Perbedaan budaya tak selalu dapat diterima di masyarakat, adanya budaya dominan yang membuat budaya lainnya merasa terasingkan. Kurangnya kemampuan masyarakat dalam memahami keragaman kultural menimbulkan persoalan-persoalan komunikasi antarbudaya, salah satunya stereotip mengenai budaya satu sama lain, dan rasa etnosentrisme pada budaya masing-masing. Dalam perbedaan budaya mengharuskan perantau beradaptasi dengan budaya baru, salah satunya yang tampak dalam Iklan Sirup Marjan di bulan Ramadhan tahun 2011 versi Bela Diri atau yang secara detilnya berjudul “Silat Hip Hop Kakek Cucu Dance” berdurasi 2 menit 24 detik. Penelitian ini difokuskan pada proses akomodasi kedua tokoh, yaitu sang kakek sebagai guru silat (Budaya Betawi) dan cucu yang mahir dancer hip hop (Budaya Barat), dalam melakukan komunikasi akomodasi antara Diplomasi Budaya Islami melalui Musik Hip Hop dengan implementasi akhlak Islami dalam Pencak Silat terkait kontradiksi antar identitas kulturalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap akulturasi budaya sebagai pengaya identitas budaya Indonesia melalui pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasil dari Akomodasi komunikasi dalam interaksi antarbudaya pada kedua tokoh menunjukkan adanya modifikasi, penyesuaian, atau mengatur perilaku seseorang ketika merespons komunikasi dan perilaku orang lain.
Copyrights © 2024