Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran dua siswa lamban belajar dan mengetahui penyebab lamban belajar pada anak kelas VI SD Negeri Bacem Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat salah satu siswa lamban belajar tersebut dalam kegiatan pembelajaran sering tertinggal dibandingkan teman-temannya, selalu mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), lebih pasif, lebih sensitif, kurang fokus, sering bermain sendiri bahkan memperhatikan tapi materi tidak bisa diserap dengan baik ketika guru menjelaskan materi, Hal ini dikarenakan kognitif siswa lamban belajar terbatas, sehingga setiap mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Hal ini membuat guru merasa kesulitan ketika menghadapi peserta yang mengalami Slow Leaner karena pembelajaran tetap dilanjutkan sesuai waktu namun peserta didik tersebut dibiarkan dan terus menyesuaikan, Beberapa faktor menyebabkan siswa lamban tersebut adalah faktor perkembangan anak, faktor kondisi lingkungan keluarga, sehingga membuat anak tersebut tidak berprestasi optimal secara akademiknya.
Copyrights © 2024