Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Pembulatan Angka Dengan Metode TGT (Team Game Tournament) Amienati, Andika Rara; Malawi, Ibadullah; Lelono, Albertus Prakoso
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pembulatan angka pada siswa kelas IV. Penelitian dilakukan di SDN Tambakmas 2. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaborasi antara peneliti dengan guru kelas, subjek penelitian siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 terdiri dari 11 siswa dengan 8 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian dilakukan dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 khususnya dalam materi pembulatan angka. Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dalam mata pelajaran Matematika materi pembulatan angka yakni sebelum dilaksanakan tindakan rata-rata siswa adalah 29.45 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 0%, setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 73,29% dan setelah dilakukan tindakan siklus II meningkat menjadi 80.49%
From Stress to Confidence: A Self-Efficacy Approach to Reading and Writing Instruction for Pre-Service Kindergarten and Primary Educators Chasanatun, Fida; Malawi, Ibadullah; Utari, Sindy Mey Dwi
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 11, No. 3, December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v11i3.8121

Abstract

This study investigated the role of self-efficacy in shaping reading and writing competencies among pre-service kindergarten and primary educators, with implications for pedagogical strategies to address skill deficiencies. Focusing on second-semester students enrolled in an English for Academic Purposes course, a cohort of 146 participants was randomly selected from a population of 274. Employing a mixed-methods approach—integrating quantitative surveys and quasi-experimental pre-post tests—the intervention incorporated self-selected reading materials aligned with individual comprehension levels, resulting in a 22.6% to 38.4% increase in confidence and reading engagement. Schema- and table-based instructional tasks demonstrated significant improvements in comprehension and motivation. Furthermore, mandating the integration of 3–5 academic references in writing assignments transformed students’ perceptions of literacy tasks from stress-inducing to intellectually valuable, yielding a 37% rise in positive attitudes and a 38.6% enhancement in self-efficacy. When extended to third-semester cohorts, structured lecturer guidance utilizing tabular frameworks was highlighted as a distinctive pedagogical feature
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Indriastutik, Ninik; Malawi, Ibadullah; Chasanatun, Fida; Khoiriyatun, Nurul
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v3i1.21241

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan strategi guru untuk mengelola kelas meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan guru kelas V SDN Sukosari 02 Dagangan sebagai subjek penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa observasi dan wawancara terhadap guru kelas, yang dianalisis dengan cara mengklasifikasikan data, mereduksi data, serta menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa strategi pengelolaan kelas yang dilakukan guru melalui rencana pengelolaan kelas melalui penyusunan perangkat pembelajaran yang disusun sesuai dengan kebutuhan siswa. Motivasi belajar yang diberikan guru kelas adalah membuat aktivitas pembelajaran yang menarik menggunakan media pembelajaran yang beragam yang mendorong siswa untuk belajar sesuai kemampuan. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa motivasi belajar siswa dapat meningkat dengan adanya strategi guru dalam pengelolaan kelas.   This study describes the teacher's strategy to manage the class in increasing students' motivation to learn. This study uses a qualitative phenomenological approach with class V teachers of SDN Sukosari 02 Dagangan as the research subjects. The data obtained from this study were in the form of observations and interviews with class teachers, which were analyzed by classifying data, reducing data, and presenting and drawing conclusions. The results of the study also revealed that the class management strategy carried out by teachers through class management plans through the preparation of learning devices that are arranged according to student needs. The learning motivation given by class teachers is to create interesting learning activities using various learning media that encourage students to learn according to their abilities. The study concluded that student learning motivation can be increased by the teacher's strategy in class management.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SDN SUKOSARI 2 Nur Aulia Safitri, Nurrohmah Widiastuti; Malawi, Ibadullah; Chasanatun, Fida; Khoiriyatun, Nurul
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v3i1.21243

Abstract

Permasalahan karakter seringkali muncul pada anak usia sekolah. Pancasila sebagai ideologi berperan penting dalam membangun karakter masyarakat Indonesia. Karena Pancasila sebagai ideologi yang memegang peranan penting dalam membangun karakter bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan nilai-nilai pancasila sebagai pendidikan karakter di sekolah dasar. Metode yang kami gunakan adalah penelitian kualitatif, penelitian ini tidak menggunakan alat statistik, menekankan pada pengamatan dan penelitian lebih lanjut terhadap fenomena. Penelitian kualitatif berfokus pada observasi dan pengumpulan data secara mendalam dengan memberikan penjelasan analitis tambahan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara. Penelitian dilakukan di SDN Sukosari 2 Dagangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kendala dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar, misalnya masih ada anak yang kesulitan, ada anak yang mempunyai kebiasaan buruk di luar sekolah dan terbawa ke sekolah. Oleh karena itu, sekolah harus mampu mengatasi kendala tersebut dengan terus melibatkan siswa, membimbing dan mengembangkan siswa, serta membangun kemitraan antara sekolah dan orang tua.   Character problems often arise in school-age children. Pancasila as an ideology plays an important role in building the character of the Indonesian people. Because Pancasila as an ideology plays an important role in building the character of the Indonesian nation. The purpose of this study is to determine how the application of Pancasila values ​​​​as character education in elementary schools. The method we use is qualitative research, this study does not use statistical tools, emphasizing observation and further research on phenomena. Qualitative research focuses on observation and in-depth data collection by providing additional analytical explanations. The data collection method in this study is interviews. The study was conducted at SDN Sukosari 2 Dagangan. The results of the study showed that there were obstacles in the application of Pancasila values ​​​​in elementary schools, for example there are still children who have difficulties, there are children who have bad habits outside of school and are carried over to school. Therefore, schools must be able to overcome these obstacles by continuing to involve students, guiding and developing students, and building partnerships between schools and parents.
Analisis Faktor Penyebab Dua Anak Slow Learner di SD Negeri Bacem Kelas VI Adjie, Bagas Samodro; Sukarmi, Sukarmi; Malawi, Ibadullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran dua siswa lamban belajar dan mengetahui penyebab lamban belajar pada anak kelas VI SD Negeri Bacem Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat salah satu siswa lamban belajar tersebut dalam kegiatan pembelajaran sering tertinggal dibandingkan teman-temannya, selalu mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), lebih pasif, lebih sensitif, kurang fokus, sering bermain sendiri bahkan memperhatikan tapi materi tidak bisa diserap dengan baik ketika guru menjelaskan materi, Hal ini dikarenakan kognitif siswa lamban belajar terbatas, sehingga setiap mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Hal ini membuat guru merasa kesulitan ketika menghadapi peserta yang mengalami Slow Leaner karena pembelajaran tetap dilanjutkan sesuai waktu namun peserta didik tersebut dibiarkan dan terus menyesuaikan, Beberapa faktor menyebabkan siswa lamban tersebut adalah faktor perkembangan anak, faktor kondisi lingkungan keluarga, sehingga membuat anak tersebut tidak berprestasi optimal secara akademiknya.
Peningkatan Hasil Belajar Pembulatan Angka Dengan Metode TGT (Team Game Tournament) Amienati, Andika Rara; Malawi, Ibadullah; Lelono, Albertus Prakoso
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pembulatan angka pada siswa kelas IV. Penelitian dilakukan di SDN Tambakmas 2. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaborasi antara peneliti dengan guru kelas, subjek penelitian siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 terdiri dari 11 siswa dengan 8 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian dilakukan dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 khususnya dalam materi pembulatan angka. Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tambakmas 2 dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dalam mata pelajaran Matematika materi pembulatan angka yakni sebelum dilaksanakan tindakan rata-rata siswa adalah 29.45 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 0%, setelah dilakukan tindakan siklus I meningkat menjadi 73,29% dan setelah dilakukan tindakan siklus II meningkat menjadi 80.49%
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATEMATIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SOAL CERITA Putri Fransisca, Dinna; Malawi, Ibadullah; Prasetyowati, Arie
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1765

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah kurangnya pemahaman matematika siswa terhadap soal cerita dengan diterapkannya model Problem Based Learning pada pokok bahasan volume balok dan kubus, di mana guru biasanya hanya memberikan rumus kepada siswa tanpa memberikan pemahaman konsep matematika. Penelitian dilakukan di SDN 01 Madiun Lor yang terletak di Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Lima belas siswa dari kelas V SDN 01 Madiun Lor terlibat dalam penelitian ini; tujuh di antaranya perempuan dan delapan laki-laki. Pada siklus I, hasil tes akhir pembelajaran yang diperoleh 10 siswa mencapai tingkat keberhasilan 66%. Sedangkan 5 siswa masih belum lolos KKM. Dua belas siswa pada siklus II memperoleh nilai kelulusan 80% pada tes akhir. Tentunya membuktikan keberhasilan peningkatan pembelajaran pada siklus-II. Dari jumlah siswa yang ada, 11 siswa mendapat nilai yang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan hanya 3 siswa dibawah KKM. Berdasarkan analisis hasil observasi dan tes siswa, diketahui bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif meningkatkan pemahaman matematis siswa pada topik volume balok dan kubus.
IMPLEMENTING POSITIVE DISCIPLINE TO ENHANCE INDEPENDENCE AND RESPONSIBILITY AT TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 KOTA MADIUN Andriana; Malawi, Ibadullah; Sudarmiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40241

Abstract

This research is motivated by the issue of low independence and responsibility observed among Group B1 students at TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Kota Madiun. Initial observations indicated that most children relied heavily on teacher assistance for daily activities and lacked awareness regarding their tasks. This study aims to enhance these character traits by implementing the Positive Discipline approach, a method that emphasizes understanding and self-awareness without resorting to punishment. The study employed Collaborative Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles. The subjects involved were 17 students from Group B1. Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results demonstrated a significant improvement in each cycle. In the pre-cycle condition, the average level of independence and responsibility was only 25.46%. After implementing Positive Discipline through class agreements in Cycle I, these figures rose to 53% for independence and 54.8% for responsibility. By Cycle II, the scores surged to 88.23% for both traits, successfully exceeding the established success indicators. It can be concluded that the application of Positive Discipline is effective in building independence and responsibility in early childhood, while simultaneously creating a more enjoyable and meaningful learning Atmosphere.
PENINGKATAN KARAKTER KREATIF DAN MANDIRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KELOMPOK INVESTIGASI Lestari; Malawi, Ibadullah; Sudarmiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40467

Abstract

The background of this study is that students in group B2 of Tunas Rimba Madiun Kindergarten have not achieved their maximum creative and independent character, character learning is carried out conventionally and through verbal and instructional delivery of values. This study aims to describe and analyze the implementation of the investigation group learning model in improving creative and independent character. This study uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research and is carried out in 2 cycles. Data collection techniques use observation and documents. The results of the study show that students' creative and independent character can be improved through the investigation group learning model. Creative character is at a percentage of 55% and increases to 80% in cycle II. While the independent character in cycle I has a percentage of 58% increasing to 87% in cycle II. Thus, the achievement of completeness is in accordance with the performance indicators reaching 80%. The investigation group learning model can improve creative and independent character in students in group B2 of Tunas Rimba Madiun Kindergarten.
The Implementation of School Regulations in Forming the Disciplined Character of Class X Students at SMK Satria Bhakti Nganjuk Jatmiko, Jatmiko; Hanif, Muhamad; Malawi, Ibadullah
APPLICATION: Applied science in Learning Research Vol. 5 No. 3 (2026): Vol 5 No 3 , February 2026
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/application.v5i3.6687

Abstract

This study aims to describe and explain the implementation of school rules in shaping the disciplinary character of tenth-grade students at SMK Satria Bhakti Nganjuk, as well as to analyze the outcomes of its implementation on changes in student behavior. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and students. The data analysis technique used in this study follows the Miles and Huberman model, which consists of three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The data were analyzed comprehensively and supported with triangulation. The findings of this study indicate that the implementation of school rules that are educative, participatory, and model-based is effective in fostering students’ disciplinary awareness through value habituation, guidance, and moral reflection. Student discipline improved particularly in the aspects of punctuality, wearing uniforms in accordance with regulations, and complying with school policies. This study emphasizes that school rules have the potential to serve as an effective form of character education for developing student discipline when managed consistently and integrated into the school culture.