Penelitian ini mengkaji makna simbolik dalam tradisi Ingkung pada acara Punggahan masyarakat Jawa di Desa Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menggunakan pendekatan semiotik. Tradisi Ingkung, yang melibatkan ayam utuh, mengandung nilai-nilai spiritual dan sosial. Metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan untuk menganalisis simbol-simbol ini. Hasil menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi Ingkung memiliki relevansi dalam pendidikan karakter dan kebudayaan, seperti rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta memperkuat identitas budaya dan kesadaran sosial peserta didik, sehingga warisan budaya ini dapat dilestarikan dan diwariskan.
Copyrights © 2024