Penelitian ini mengkaji isu kewarganegaraan etnis Rohingya, yang melibatkan ketidakjelasan status kewarganegaraan dan dampak diskriminasi terhadap hak-hak asasi manusia mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, memanfaatkan data sekunder dari literatur, laporan organisasi internasional, serta studi kasus mengenai konflik kewarganegaraan Rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penindasan sistematik oleh pemerintah Myanmar, termasuk pencabutan status kewarganegaraan dan perlakuan diskriminatif, telah menyebabkan krisis multidimensi bagi etnis Rohingya. Masalah ini memperburuk kondisi mereka, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hukum. Selain itu, respons internasional yang belum memadai menambah kesulitan, dengan negara-negara ASEAN dan negara penerima pengungsi menghadapi tantangan signifikan dalam menangani situasi ini. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kebijakan dan intervensi global yang lebih efektif untuk memastikan perlindungan hak-hak Rohingya serta mengatasi akar permasalahan konflik kewarganegaraan.
Copyrights © 2024