Sekolah saat ini dipandang sebagai perusahaan penyedia jasa pendidikan. Sebagai perusahaan, masyarakat sudah tidak lagi dipandang sebagai user pendidikan melainkan costumer pendidikan. Akibatnya, muncul persaingan antar lembaga pendidikan untuk mendapatkan costumer (siswa) sebanyak-banyak. Penelitian memiliki misi untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan dalam membangun image branding melalui media sosial di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis deksriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis deksriptif kualitatif. Ada dua data primer yang digunakan, yaitu aktivitas pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter (X), Youtube, dan Tiktok dan wawancara. Penelitian menunjukkan jika pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar menggunakan media sosial untuk tiga hal, sebagai media dakwah dan edukasi, media komunikasi dan informasi pondok pesantren, dan membangun image branding pondok pesantren di masyarakat. Demi mencapai ketiganya, pondok pesantren membentuk tim media sosial yang terdiri dari konten kreator dan pengawas untuk membangun image branding pondok pesantren.
Copyrights © 2024