Kelompok Wanita Tani (KWT) Jasmine di desa menghasilkan produk batik yang mengalami penurunan pemasaran sejak pandemi COVID-19. Kurangnya pengetahuan tentang media sosial dan digital marketing menjadi penyebab utama. Sebagai bentuk pengabdian mahasiswa, kegiatan pemberdayaan dilakukan untuk membantu KWT Jasmine memaksimalkan pemasaran produk batiknya. Tim pemberdayaan mengenalkan media digital dan melatih konten, membantu anggota KWT memahami pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah workshop dan pelatihan, terdiri dari dua sesi: penyampaian materi tentang komunikasi pemasaran digital dan pelatihan produksi konten videografi dan fotografi produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dasar digital marketing serta kemampuan menggunakan platform media sosial. Setelah program, anggota KWT Jasmine perlahan memahami dan memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran digital produk batik mereka
Copyrights © 2024