Pernikahan dini adalah masalah umum di banyak masyarakat, termasuk Desa Kayumas, Arjasa Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kesehatan sosiologis dan psikologis dari pernikahan dini terhadap masyarakat. Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) digunakan untuk melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi, menangani, dan merefleksikan isu-isu potensial yang berkaitan dengan pernikahan dini. Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara peneliti, praktisi, dan anggota masyarakat. Studi ini mengungkapkan bahwa pernikahan dini memiliki implikasi sosiologis yang signifikan, seperti melanggengkan norma-norma tradisional dan mempengaruhi dinamika masyarakat. Selain itu, menyoroti pentingnya menangani kesejahteraan psikologis individu muda yang memasuki pernikahan dini.Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi holistik untuk mengatasi tantangan multifaset yang terkait dengan pernikahan dini. Dengan memberdayakan masyarakat dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan psikologis, solusi berkelanjutan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang terkena dampak pernikahan dini. Studi ini berkontribusi pada pertumbuhan literatur tentang pernikahan dini dan menekankan pentingnya intervensi berbasis masyarakat dalam mengatasi dampak kesehatan sosiologis dan psikologis. Penelitian lebih lanjut dan upaya kolaboratif sangat penting untuk menciptakan perubahan positif yang langgeng di masyarakat yang terkena dampak pernikahan dini.
Copyrights © 2024