UMKM memberikan kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Namun, pengelolaan UMKM masih memiliki masalah, salah satunya tidak tersajinya laporan keuangan standar. Padahal keberadaan laporan keuangan bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan dan mengetahui posisi keuangan bisnis. Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan laporan keuangan untuk merencanakan bisnis dan mengawasi keuangan seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, khususnya dalam kepentingan permodalan. Paragraha Properti merupakan salah satu UMKM yang menginginkan tersajinya laporan keuangan untuk mengetahui keuntungan. Kemampuan perusahaan dalam mencapai keuntungan menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Informasi tingkat keuntungan akan digunakan untuk menjaring lebih banyak investor. Kondisi di atas yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menyajikan laporan keuangan. Metode pengabdian dilaksanakan dalam empat tahapan: pengambilan data, pemberian materi dan diskusi, pemecahan masalah, dan evaluasi. Tim pengabdi menemukan bahwa mitra pengabdian telah mencatat transaksi keuangan secara berkelompok, tetapi pengelompokkannya belum merepresentasikan SAK EMKM. Agar dapat menyajikan laporan keuangan standar, tim pengabdi menyusun bagan akun sebagai dasar mencatat transaksi keuangan. Penyusunan bagan akun telah disesuaikan dengan SAK EMKM dan kondisi keuangan mitra. Tim pengabdi memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menyajikan laporan keuangan berdasarkan bagan akun. Capaian kegiatan adalah pemahaman dan kemampuan mitra dalam menyajikan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM.
Copyrights © 2024