Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan literasi sampah elektronik berbasis gender di kalangan generasi Z. Lokasi kegiatan dilakukan di Dusun Demen, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Penulis merasa bahwa permasalahan sampah di Indonesia menjadi sebuah urgensi bersama yang harus kita selesaikan bersama masyarakat. Khususnya di Dusun Demen yang belum memiliki standar tata kelola sampah, dan fasilitas pembuangan sampah. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk dapat sepenuhnya memahami sampah, jenis-jenisnya, cara pengelolaannya, hingga imbas yang dihasilkan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan gender, agar dapat memberikan sebuah insight baru tentang peran gender dalam membentuk serta mentreatment sampah yang lebih efektif. Hasil kegiatan ini dapat disimpulkan sudah terlaksana dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan. Pertama, remaja dusun Demen sudah cukup baik dalam memahami tentang sampah elektronik, sebagaimana target capaian mengedukasi dan evaluasi sampah elektronik. Kedua, para peserta juga sudah cukup baik dalam memahami tentang gender, sebagaimana target capaian program kegiatan kedua yakni diskusi dan refleksi berbasis gender. Ketiga, para peserta sudah mampu mengaitkan permasalahan sampah elektronik dengan perspektif gender, sebagaimana capaian target simulasi berupa permaian peran berbentuk game.
Copyrights © 2024