Penelitian ini mengkaji peran Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Fenomena masalah yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman keluarga terhadap gejala gangguan kesehatan jiwa akibat minimnya sosialisasi, lambatnya penanganan oleh keluarga pasien, dan kurangnya koordinasi antar lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui purposive sampling dengan partisipasi 11 orang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator-indikator seperti kemampuan selektif, tingkat keabsahan, pengetahuan, dan kemampuan sudah baik. Akan tetapi, indikator seperti sosialisasi, penerapan inovasi, kinerja, kedisiplinan, kegiatan, dan tanggung jawab masih perlu diperbaiki. Faktor pendukung termasuk alur pelayanan yang sesuai, kevalidan data, dan ketersediaan dana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman keluarga, koordinasi lintas sektor yang kurang baik, akses terbatas ke layanan kesehatan jiwa, dan kurangnya inovasi. Untuk meningkatkan peran Dinas Kesehatan, disarankan agar pengelola jiwa dapat meningkatkan kinerja sesuai ketetapan, memperbanyak SDM terlatih, dan melakukan pendekatan lebih kepada keluarga pasien. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam memperbaiki strategi penanganan dan dukungan terhadap ODGJ di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Copyrights © 2024