Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Mistik Hantu Perempuan dalam Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang Karya Nurul Karimah Urahmah, Nida
Muadalah Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v10i1.7447

Abstract

This study aims to analyze the mystical practices and motivations of female ghosts in the novel Ibuku Malang Ibu Kuyang by Nurul Karimah. This research is a descriptive qualitative research. The data of this research are in the form of words, sentences and dialogues contained in the text of the novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. The steps taken are as follows: (1) Reading the novel Ibuku Malang, Ibuku Kuyang carefully and thoroughly. (2) Collecting data on words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah. (3) After the words, sentences and dialogues in the Novel Ibuku Malang Ibuku Kuyang by Nurul Karimah have been recorded, the next activity is to analyze using the description method. The results of this study show that the mystical practices carried out by female characters become kuyang are teachings that deviate from religion. This mystical practice is carried out by applying kuyang oil around the neck, then the head is separated from the body in search of a sacrifice. While the main character's motivation to become kuyang is to save his household and want to avenge his hurt because his pride has been trampled on by his husband's young wife.
PERMAINAN TRADISIONAL BALOGO PADA MASYARAKAT KALIMANTAN SELATAN DALAM KARYA SASTRA Normuliati, Sri; Urahmah, Nida
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9476

Abstract

Abstract: This study aims to describe the traditional game of the people of South Kalimantan called balogo in literary works. This study uses qualitative research with descriptive methods. The data collected are in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the depiction of the traditional balogo game. After the data is collected, the data will be analyzed using descriptive methods. In the analysis process, the research data obtained will be described in detail. After the data analysis process, the last activity is to provide conclusions on research results. From the research that has been done, obtained research results about: (1) The shape of the logo in the form of an animal or other shapes such as the shape of a kite, (2) The interaction of the characters in playing balogo related to the process of playing the logo, (3) Messages from balogo game to be careful when hitting the logo so that the logo that is hit does not enter other people's pages, and (4) The existence of the balogo game for children divides the story into two groups, namely the East Antasan children's group who plays the logo and the children's group Western Antasan who is not interested in playing logoKeywords: Traditional Games; Balogo; Literary Works. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan permainan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang bernama balogo dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan penggambaran permainan tradisional balogo. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Dari Penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian tentang: (1) Bentuk logo yang berbentuk binatang atau bentuk-bentuk lainnya seperti bentuk layang-layang, (2) Interaksi para tokoh dalam bermain balogo yang berkaitan dengan proses bermain logo, (3) Pesan dari permainan balogo agar berhati-hati dalam memukul logo agar logo yang dipukul tidak masuk halaman orang lain, dan (4) Eksistensi permainan balogo bagi anak-anak bagi dalam cerita yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok anak Antasan Timur yang memainkan logo dan kelompok anak Antasan Barat yang tidak tertarik bermain logo.Kata Kunci: Permainan Tradisional; Balogo; Karya Sastra.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA PALAMPITAN HILIR KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Rafiki, Fahreza; Arlan, Agus Sya’bani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.299

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena terdapat permasalahan yaitu terbatasnya informasi mengenai program pemberdayaan dan pelatihan, kurangnya kerjasama masyarakat Desa Palampitan Hilir dan tidak adanya tindak lanjut program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Pemberdayaan dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Palampitan Hilir Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program pemberdayaan dan pelatihan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Palampitan Hilir Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif dilihat dari beberapa indikator diantaranya pada indikator ketepatan sasaran peserta program, indikator perencanaan program dan indikator pengawasan program. Adapun indikator yang cukup efektif dilihat dari indikator komitmen. Sedangkan indikator yang kurang efektif terlihat dari informasi belum tersampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat, pemahaman masyarakat terhadap program yang masih kurang, keberhasilan program yang belum sepenuhnya berhasil dan tidak adanya tindak lanjut program. Saran kepada Kepala Desa dan Aparat Desa Palampitan Hilir hendaknya menyampaikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat, meningkatkan minat masyarakat dan adanya program yang berkelanjutan. Masyarakat Desa Palampitan Hilir hendaknya memahami dan membuka wawasan tentang pentingnya program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PERAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM MENDUKUNG REHABILITASI DAN REINTEGRASI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) (Studi Kasus Kelurahan Sungai Malang dan Kecamatan Amuntai Selatan) Elia, Eva Noor; Arlan, Agus Sya’bani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.314

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Fenomena masalah yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman keluarga terhadap gejala gangguan kesehatan jiwa akibat minimnya sosialisasi, lambatnya penanganan oleh keluarga pasien, dan kurangnya koordinasi antar lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui purposive sampling dengan partisipasi 11 orang. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator-indikator seperti kemampuan selektif, tingkat keabsahan, pengetahuan, dan kemampuan sudah baik. Akan tetapi, indikator seperti sosialisasi, penerapan inovasi, kinerja, kedisiplinan, kegiatan, dan tanggung jawab masih perlu diperbaiki. Faktor pendukung termasuk alur pelayanan yang sesuai, kevalidan data, dan ketersediaan dana. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman keluarga, koordinasi lintas sektor yang kurang baik, akses terbatas ke layanan kesehatan jiwa, dan kurangnya inovasi. Untuk meningkatkan peran Dinas Kesehatan, disarankan agar pengelola jiwa dapat meningkatkan kinerja sesuai ketetapan, memperbanyak SDM terlatih, dan melakukan pendekatan lebih kepada keluarga pasien. Hasil penelitian ini bermanfaat dalam memperbaiki strategi penanganan dan dukungan terhadap ODGJ di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
SARKASME WARGANET PADA KOLOM KOMENTAR AKUN ISTAGRAM ERIC THOHIR DAN PSSI USAI PEMECETAN PELATIH BOLA SHIN TAE YONG Urahmah, Nida
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i10.10171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa sarkasme warganet dalam komentar akun Instagram Ericthohir dan PSSI meliputi: a) Bentuk, b) Makna, dan c) Tujuan. Jenis penelitian ini berkategori penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari aplikasi Instagram khususnya akun milik @Ericthohir dan @PSSI. Data penelitian ini yaitu seluruh kata, frasa atau pun kalimat dalam kolom komentar akun Instagram milik @Ericthohir dan @PSSI menggunakan metode simak dan catat, khusunya metode simak bebas cakap dengan tahapan yaitu: 1. Search/pencarian data, 2. Attention/menyimak serta memperhatikan, 3. Copy paste/melakukan tangkapan layar atau menyalin, 4. Transcript/transkip data. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu: 1. Identifikasi, 2. Klasifikasi, 3. Deskripsi, 4. Analisis. Hasil penelitian ini: (1) Bentuk bahasa sarkasme berupa kata dan kalimat. Tidak ditemukan bentuk frasa dalam data karena komentar ditulis secara singkat dan lugas tanpa adanya frasa yang merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif (2) Makna yang ditemukan yaitu konotatif, denotatif,. Tidak ditemukan 26 makna lain sebagaimana ditulis oleh Pateda. (3) Tujuan ungkapan sarkasme cukup beragam yaitu untuk menyindir dan memaki, mengumpat dan mengungkapkan kekesalan, mengejek dan menghina. This study aims to describe the language of netizens' sarcasm in the comments of Ericthohir and PSSI Instagram accounts, including a) form, b) meaning, and c) purpose. This type of research is categorized as qualitative descriptive research. The data source in this study comes from the Instagram application, especially the accounts belonging to @Ericthohir and @PSSI. The data for this study are all words, phrases, or sentences in the comments column of the Instagram accounts belonging to @Ericthohir and @PSSI using the listening and note-taking method, especially the free listening method with the following stages: 1. Search/data search, 2. Attention/listening and paying attention, 3. Copying and pasting/taking screenshots or copying, 4. Transcript. The data analysis technique uses a qualitative descriptive technique with the following stages: 1. Identification, 2. Classification, 3. Description, 4. Analysis. The results of this study: (1) The form of sarcasm is in the form of words and sentences. No phrase form was found in the data because the comments were written briefly and clearly without any phrases that are a combination of two or more words that are non-predicative. (2) The meanings found were connotative and denotative. No other 26 meanings were found as written by Pateda. (3) The purpose of sarcastic expressions is quite diverse, namely to satirize and curse, curse and express annoyance, mock, and insult.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA UPT PUSKESMAS SUNGAI MALANG KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Masratu, Masratu; Setiawan, Irza; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.921

Abstract

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab negara. Oleh karena itu, negara menyediakan klinik kesehatan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di setiap kota. Tujuan Kualitas Pelayanan Publik adalah masyarakat dapat memberikan pendapat dalam mengukur bagaimana pelayanan yang diberikan pegawai kesehatan UPT Puskesmas Sungai Malang kepada masyarakat, apakah pelayanan nya sudah cukup baik, sangat baik, baik dan kurang baik. Terdapat beberapa permasalahan dalam Kualitas Pelayanan Publik yang sudah berjalan cukup lama, antara lain sebagai berikut : Pada jam kerja pelayanan sudah dimulai, adanya beberapa pegawai yang terlambat datang, sehingga menangani pasien hanya pegawai yang ada di dalam ruangan; kurangnya perhatian petugas pelayanan terhadap arahan informasi yang di dapatkan pasien masih kurang, sehingga membuat mereka kebingungan (seperti menuju alur ruangan, penyerahan resep); obat-obatan yang masih kurang lengkap, sehingga pasien disarankan untuk membeli di apotik luar. Mengkaji bagaimana Kualitas Pelayanan Publik Pada UPT Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah dan fakor-faktor mempengaruhinya yang menjadi tujuan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif-kualitatif. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Untuk memberikan data, sepuluh informan dipilih melalui penggunaan porposive sampling. Kondensasi data dan menampilkan data, serta membuat kesimpulan dan memverifikasinya, merupakan bagian dari analisis data. Perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, diskusi dengan teman sejawat, mengadakan membercheck adalah bagian dari uji kredibiitas. Kualitas Pelayanan Publik Pada Upt Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, sudah berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang sudah berkualitas yaitu : Pertama, sikap pegawai. Kedua, pelayanan dengan cepat tanggap. Ketiga, pelayanan dengan tepat. Keempat, kredibilitas pegawai. Kelima, Keamanan / kepercaayaan pasien / masyarakat. Keenam, memahami pasien / masyarakat. Ketujuh, pegawai tidak diskriminatif kepada pasien / masyarakat. Adapun indikator yang cukup berkualitas yaitu : Pertama, fasilitas fisik seperi sarana dan parasarana, obat-obatan. Kedua, komunikasi pegawai. Selanjutnya indikator yang kurang berkualitas. Pertama, penampilan pegawai. Kedua, ketepatan waktu dalam melayani pemeriksaan pasien. Ketiga, kepastian biaya. Disamping itu ada faktor-fakor yang mempengaruhi Kualitas Pelayanan Publik Pada UPT Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, terbagi menjadi dua, yaitu : faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong ialah adanya kredibilitas pegawai yang bagus, pegawai memiliki keahlian/keterampilan sesuai dengan bidang nya masing-masing, dan mereka adalah orang-orang yang terpilih dan terpercaya dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan fakor penghambat ialah penampilan pegawai yang kurang disiplin dan tidak lengkap, tidak adanya ketepatan waktu dalam melayani pemeriksaan terhadap pasien dan kepastian biaya / daftar rincian biaya pemeriksaan yang tidak ada terlihat di area puskesmas, ketiga hal ini dapat berdampak buruk terhadap kualitas pelayanan di puskesmas tersebut, karena dapat menimbulkan beberapa masalah.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS SUNGAI KARIAS KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadami, M. Ihsa; Setiawan, Irza; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.924

Abstract

Sebagai bagian dari inisiatif kesehatan masyarakat, pemerintah mendirikan Pusat Kesehatan Masyarakat di setiap kecamatan sebagai pusat akses masyarakat setempat terhadap layanan kesehatan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang berpengaruh terhadap standar layanan kesehatan yang diberikan oleh UPT Puskesmas Sungai Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa UPT Puskesmas Sungai Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memberikan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi. Pertama, Reability meliputi indikator pelayanan akurat sudah baik karena selama proses pelayanan tidak terjadi kesalahan dalam memasukan data. Dan indikator ketepatan waktu kurang baik karena masih banyak petugas yang terlambat karena lebih dahulu pasien datang dari petugas. Kedua Tangible meliputi indikator penampilan pegawai sudah baik petugas berpenampilan rapi sesuai aturan. Dan indikator sarana dan prasarana belum baik, karena beberapa yang kurang seperti lahan parkir kurang luas sehingga parkir pasien sampai dipinggir jalan raya,kursi tunggu kurang serta fasilitas pelayanan seperti laptop yang masih menggunakan fasilitas pribadi. Ketiga Responsiveness meliputi indikator kecepatan pelayanan belum baik karena masih ada masyarakat yang merasa pelayanan yang kurang cepat dikarenakan jaringan untuk mengakses aplikasi pelayanan untuk pendaftaran sering terjadi gangguan. Keempat Assurance, meliputi indikator keamanan sudah baik, petugas mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan rasa aman selama pelayanan. Indikator kemampuan pegawai cukup baik, karena pegawai mampu memberikan pelayanan administrasi dengan baik. Kelima Emphaty meliputi indikator keinginan masyarakat sudah baik karena masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat dan hal tersebut sudah terwujud dan indikator kebutuhan masyarakat sudah baik karena masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat.
EFEKTIVITAS SISTEM PELAYANAN ONLINE LANGSUNG AMBIL (SIPOLA) PADA KANTOR KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Annor, Ahmad; Affrian, Reno; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.937

Abstract

Efektivitas merupakan ukuran sejauh mana suatu program, kebijakan, atau layanan publik berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam konteks pelayanan publik, efektivitas berfokus pada bagaimana layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat secara optimal. Adapun penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ditemukan saat observasi yaitu Kehadiran pegawai yang jarang ada di kantor desa, Kurangnya Informasi Kepada Masyarakat, Kurangnya Kualitas Jaringan Internet. Setelah melaksanakan penelitian maka hasil yang di dapat terkait Efektivitas Sistem Pelayanan Online Langsung Ambil (SIPOLA) Pada Kantor Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu sudah cukup efektif.
EFEKTIVITAS APLIKASI JAMSOSTEK MOBILE (JMO) DALAM PROSES PENCAIRAN JAMINAN HARI TUA (JHT) KEPADA PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Safitri, Nor; Arlan, Agus Sya’bani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.941

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) memudahkan para pesertanya dengan meluncurkan aplikasi milik mereka yaitu Jamsostek Mobile (JMO). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa yang menjadi permasalahan berkaitan dengan kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat tentang penggunaan aplikasi jamsostek mobile (JMO), Aplikasi JMO sering mengalami kegagalan login,masalah teknis,batasan saldo JHT untuk pencairan melalui JMO, kererbatasan perangkat seluler, kurangnya keterampilan teknologi, koneksi internet yang kurang stabil dan kesalahan input data, dan pada proses pemindaian wajah sering mengalami kegagalan,sedangkan batas kegagalan dalam pemindaian hanya tiga kali,maka akun JMO peserta otomatis diblokir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Efektivitas Jamsostek Mobile Application (JMO) dalam pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan unsur-unsur yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, khususnya deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi sumber data melalui purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Metodologi analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi. Dan uji kredibilitas dilakukan dengan keterpercayaan penelitian, keteralihan, kebergantungan, kepastian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pencairan jaminan hari tua (JHT) kepada peserta BPJS ketenagakerjaan di Kabupaten Hulu Sungai Utara maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: Pertama,sub variabel tingkat keberhasilan program diketahui pada indikator kemampuan operasional dalam program sudah efektif, Kedua,sub variabel keberhasilan sasaran pada indikator pertama yaitu pencapaian program cukup efektif dan indikator kedua yaitu kebijakan prosedur sudah efektif, Ketiga sub variabel kepuasan terhadap program pada indikator pertama yaitu kepuasan yang dirasakan belum efektif dan Indikator kedua yaitu kualitas yang dihasilkan masih belum efektif, keempat,,sub variabel tingkat input dan output pada indikator pertama yaitu Efisien belum efesien dan indikator kedua efektif belum efektif, kelima,sub variabel pencapaian tujuan menyeluruh pada indikator pertama yaitu penilaian, belum efektif dan indikator kedua yaitu Efektivitas Organisasi ini belum efektif. terdapat faktor pendukung yaitu masyarakat pengguna aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) mudah memahami mekanisme pencairan jaminan hari tua (JHT). Disisi lain terdapat faktor penghambat Masyarakat Pengguna aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pencairan jaminan hari tua bagi yang tua tidak paham dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) ini karena masyarakat yang lanjut usia (lansia) tidak bisa dalam menggunakan aplikasi ini sehingga mereka saat pengisian data bisa salah salah dalam mengisi data di aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), dan Risiko foto biometrik yang gagal sebanyak 3 kali yaitu terjadi kegagalan sebanyak 3 kali akan terblokir akun peserta tersebut cara membuka nya yaitu mendatangi Kantor di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Hulu Sungai Utara.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS PADA PASAR UNGGAS) Linda, Linda; Jumaidi, Jumaidi; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.949

Abstract

Tujuan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Pasar yaitu untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pedagang mengenai pentingnya menjaga lingkungan, agar lingkungan tersebut selalu terlihat bersih dan indah. Terdapat beberapa permasalahan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Pasar Unggas yang sudah berjalan cukup lama, antara lain sebagai berikut: banyaknya pedagang yang meletakkan barang dagangan pada tempat yang tidak sesuai dengan fungsinya, tidak adanya sanksi administratif terhadap para pedagang yang tidak menjaga kebersihan dan keindahan dilingkungan pasar tersebut, adanya pedagang dan masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Mengkaji bagaimana Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Pasar Unggas dan faktor yang mempengaruhinya adanya implementasi yang bersangkutan atau yang ingin dijalankan mengenai peraturan daerah ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Serta metode dokumentasi, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian mengenai Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan Pasar Unggas sudah masih belum terimplementasi dengan baik karena masih ada masyarakat dan pedagang yang belum mengetahui adanya peraturan daerah ini, dan dari pihak terkait tidak ada melakukan sosialisasi secara langsung disana.