Permasalahan peserta didik dalam membaca dan menulis Al-Qur'an di SDN Simpang Tiga, terkait kurangnya motivasi dan penguasaan tajwid. Fakta menynjukkan beberapa siswa sudah bisa membaca Al-Qur'an, namun kemampuannya bervariasi. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif, menggunakan data primer dan sekunder melalui tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode Talaqqi untuk membaca dan metode imla untuk menulis Al-Qur'an berada pada kategori sedang. 1) Metode Talaqqi mencatat nilai minimum 29, maksimum 45, dengan mean 36,06 dan deviasi standar 3,491. 2) Kemampuan baca dan tulis Al-Qur'an peserta didik juga bervariasi, dengan skor minimum kemampuan membaca (variabel Y1) 11, maksimal 20, dan mean 38,19 dengan deviasi 7,539, menunjukkan kategori sedang. 3) Analisis koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa metode Talaqqi berpengaruh signifikan, dengan nilai R² sebesar 71,6% untuk kemampuan baca dan 38,1% untuk kemampuan tulis. Temuan ini menekankan perlunya peningkatan motivasi dan dukungan dari lingkungan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an di kalangan peserta didik.
Copyrights © 2023