Emulsi air dalam minyak mentah menyebabkan berbagai masalah dalam prosesnya. Akibatnya, sangat penting untuk menyelidiki sifat dan stabilitas emulsi. Penelitian ini pada dasarnya mengkaji pengaruh sifat kimia air terhadap stabilitas emulsi minyak mentah berat pada lapangan Kasikan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi garam NaCl terhadap stabilitas emulsi tersebut. Dengan membuat campuran yang memiliki variasi rasio 70% air dan 30% minyak berat serta 50% air dan 50% minyak pada kondisi awal dan selanjutnya dilakukan percobaan dengan penambahan garam NaCl pada fasa air dengan variasi 5% dan 10% NaCl. Hasil menggunakan bottle test sederhana, menunjukkan pada penambahan konsentrasi 10% memberikan hasil yang lebih stabil saat pengujian penambahan salinitas NaCl. Jenis emulsi yang terbentuk dapat digunakan dengan mengetahui pemisahannya untuk membantu perusahaan dalam melakukan optimasi sumur minyak tua agar minyak yang tebal, berat, permeabilitas yang buruk dan garis patahan yang tidak beraturan karena terproduksinya emulsi air dalam minyak (W/O) yang meneyebabkan masalah karena dapat mempengaruhi viskositas fluida. Penambahan salinitas NaCl 10% menunjukkan pengurangan viskositas semakin, sehingga fluida akan lebih mudah mengalir.
Copyrights © 2023