Keberagaman adalah faktum eksistensial dan niscaya. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa secara eksistensial manusia adalah makhluk sosial yang mengekspresikan cara beradanya di tengah keberagaman. Artikel ini bertujuan menjelaskan ensiklik Fratelli Tutti Paus Fransiskus dan implikasinya bagi pengembangan forma mentis interkultural di Seminário do Verbo Divino, Lisboa-Portugal. Seminário Lisboa adalah komunitas formasi yang ditandai oleh profil keberagaman. Forma mentis interkultural sangatlah penting dalam usaha mengembangkan komitmen persaudaraan, sikap terbuka, menerima semua orang sebagaimana adanya, saling mengapresiasi dan bersedia belajar dari perbedaan yang ada. Metode yang digunakan dalam studi ini ialah metode kepustakaan yang ditempuh penulis dengan membaca dan menganalisis kajian literatur dalam buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan tema. Selain itu peneliti menggunakan metode studi lapangan dengan terlibat secara langsung dalam rutinitas harian di seminari dan wawancara lisan. Studi ini menyatakan bahwa Fratelli Tutti memiliki implikasi penting untuk mengembangkan forma mentis interkultural di Seminário Lisboa dalam dua hal penting yakni pertama, mengembangkan formasi bercorak interkultural dengan keyakinan bahwa nilai-nilai interkultural semakin berdayaguna jika diaktualisasikan sejak di jenjang formasi dasar. Kedua, dialog interkultural sebagai basis perjumpaan dengan sesama tanpa pembedaan apa pun.
Copyrights © 2024