Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran kebencian yang dipublikasikan oleh netizen Indonesia terhadap Israel di media sosial menggunakan pendekatan linguistik forensik. Dengan meningkatnya intensitas konflik internasional dan dampaknya terhadap opini publik, pemahaman mendalam tentang bahasa kebencian yang digunakan dalam konteks ini menjadi sangat penting. Penelitian ini menerapkan teori dan metode analisis sintaksis yang dikembangkan oleh Jan Svartvik untuk mengidentifikasi bentuk ujaran dan struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian terhadap Israel di media sosial sering kali memanfaatkan struktur kalimat kompleks untuk menyamarkan niat kebencian dan menciptakan dampak emosional yang lebih besar. Juga ditemukan bahwa faktor-faktor seperti ideologi politik, pengaruh media, dan emosionalitas berperan signifikan dalam membentuk bahasa kebencian. Analisis ini memberikan wawasan tentang bagaimana ujaran kebencian dikonstruksi dan disebarkan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia serta menawarkan rekomendasi untuk strategi mitigasi dan kebijakan terkait ujaran kebencian di media sosial.
Copyrights © 2024