Kegiatan akademik seperti tes atau ujian, kompetisi nilai, tugas dengan tenggat waktu tertentu, cita-cita dalam berkarier dapat menjadikan siswa menjadi cemas. Untuk mengurangi kecemasan yang dialami siswa, diperlukan pengaturan diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Regulasi diri memoderatori hubungan religiusitas dan dukungan sosial dengan kecemasan akademik; (2) Regulasi diri memoderatori hubungan religiusitas dengan kecemasan akademik; (3) Regulasi diri memoderatori hubungan dukungan sosial dengan kecemasan akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif korelasional dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa SMA dan SMK kelas XII berjumlah 300 orang yang diperoleh menggunakan Stratified Cluster Random Sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan Cognitive Test Anxiety Scale–Second Edition (CTAS-2), skala regulasi diri, skala religiusitas, dan Child and Adolenscene Social Support Scale (CASSS) yang disebarkan dalam bentuk kuesioner google form. Hasil penelitian menunjukkan regulasi diri tidak dapat memoderatori hubungan religiusitas dan dukungan sosial dengan kecemasan akademik, religiusitas dengan kecemasan akademik, dan dukungan sosial dengan kecemasan akademik. Implikasi penelitian ini siswa perlu memahami cara mengontrol kecemasan yang sedang terjadi dalam dirinya sendiri serta melakukan beberapa hal yang dapat mengurangi kecemasan seperti membaca do’a sebelum melakukan aktivitas di pagi hari dan melakukan ibadah sunnah supaya memiliki hati yang tenang.
Copyrights © 2024