Gastritis adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung, yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri. Menurut WHO (2019) Angka kejadian gastritis di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 3 juta jiwa penduduk. Stress merupakan faktor dominan penyebab gangguan penyakit gastritis Kebiasaan laki-laki sering merokok dapat memicu asam lambung menjadi naik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stress dan merokok dengan gastritis di RW III, RW VI, dan RW XIV Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 – Juni 2024 di RW III, RW VI, dan RW XIV Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2024. Sedangkan pengumpulan data dilakukan pada 5-15 Juni 2024. Sampel pada penelitian adalah penderita gastritis pada bulan Juni 2024 dengan jumlah 55 orang dengan menggunakan metode “Proporsional Random Sampling” dan instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa secara univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh (56,4%) responden mengalami stress berat, lebih dari separuh (65,5%) responden yang merokok berat, sebagian besar (85,5%) responden mengalami gastritis akut. Terdapat hubungan stress dengan gastritis (ρ = 0,035). Terdapat hubungan merokok dengan gastritis (ρ = 0,005). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan stress dan merokok dengan gastritis. Saran untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan tindakan promosi kesehatan sebagai tindakan pencegahan bagi masyarakat yang mempunyai faktor risiko yang tinggi terhadap gastritis.
Copyrights © 2024