Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN STRESS DAN MEROKOK DENGAN GASTRITIS DI RW III, RW VI, DAN RW XIV KELURAHAN KORONG GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI PADANG TAHUN 2024 Deski, Febby Irianti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis adalah peradangan lokal atau menyebar pada mukosa lambung, yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri. Menurut WHO (2019) Angka kejadian gastritis di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 3 juta jiwa penduduk. Stress merupakan faktor dominan penyebab gangguan penyakit gastritis Kebiasaan laki-laki sering merokok dapat memicu asam lambung menjadi naik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stress dan merokok dengan gastritis di RW III, RW VI, dan RW XIV Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2024 – Juni 2024 di RW III, RW VI, dan RW XIV Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2024. Sedangkan pengumpulan data dilakukan pada 5-15 Juni 2024. Sampel pada penelitian adalah penderita gastritis pada bulan Juni 2024 dengan jumlah 55 orang dengan menggunakan metode “Proporsional Random Sampling” dan instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa secara univariat ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh (56,4%) responden mengalami stress berat, lebih dari separuh (65,5%) responden yang merokok berat, sebagian besar (85,5%) responden mengalami gastritis akut. Terdapat hubungan stress dengan gastritis (ρ = 0,035). Terdapat hubungan merokok dengan gastritis (ρ = 0,005). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan stress dan merokok dengan gastritis. Saran untuk tenaga kesehatan agar dapat memberikan tindakan promosi kesehatan sebagai tindakan pencegahan bagi masyarakat yang mempunyai faktor risiko yang tinggi terhadap gastritis.
Pendidikan Kesehatan Self Care Activity pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Willady Rasyid; Hidayatul Rahmi; Deski, Febby Irianti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 3 No. 2 (2024): JPIK - Desember 2024 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v3i2.74

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by chronic hyperglycemia due to impaired insulin secretion, decreased insulin action, or both, which can cause long-term damage to various organs. DM patients who are not managed properly are at risk of experiencing macro and micro complications, which increase morbidity. Self-care activity is an important strategy in controlling blood glucose levels and preventing DM complications. There are five important points in DM management: diet, exercise, pharmacological therapy, blood sugar monitoring, and foot care. Kuranji Health Center faces an increase in DM cases every year and a lack of patient knowledge about type 2 DM and self-care activity. This community service (PKM) aims to improve knowledge and management of self-care activity in an effort to reduce blood glucose levels and prevent complications in type 2 DM patients. The program is implemented by providing self-care activity health education. The location of the PKM activity is at the Kuranji Padang Health Center. This activity began with the provision of health education about type 2 DM and self-care activity. This community service activity was attended by 30 participants. Before being given PKM, the patient's knowledge was poor as many as 25 people (83.3%) and good knowledge as many as 5 people (16.7%) then after being given PKM, the patient's knowledge became good as many as 29 people (96.7%).
Upaya Peningkatan Sirkulasi Darah Perifer Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Edukasi Therapeutic Exercise Walking dan Rendam Kaki Air Hangat Deski, Febby Irianti; Yendrial, Vania Aresti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 1 (2025): JPIK - Juni 2025 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i1.87

Abstract

Diabetes mellitus (DM) type 2 is a metabolic disease characterized by impaired glucose metabolism and has the potential to cause various complications, including impaired peripheral blood circulation. Poor blood circulation can cause Peripheral Artery Disease (PAD), which carries the risk of ulcers, gangrene, and slow wound healing in patients with DM type 2. This Community Service Activity aims to increase the knowledge of DM type 2 patients to improve peripheral blood circulation and prevent diabetic ulcers by providing education on therapeutic exercise walking and warm water foot soaks in the XXX Community Health Center work area. The activity was carried out in January 2025 in the XXX Community Health Center Work Area, Padang City. The activity methods included health education through counseling using PowerPoint media, leaflet distribution, as well as interactive discussions and question and answer sessions. To evaluate the increase in participants' understanding, instruments were used in the form of pre-tests and post-tests. The results of the activity evaluation showed an increase in participants' understanding of therapeutic exercise walking and warm water foot soaks to prevent diabetes complications from 45% to 85%.
Efektifitas Isometric Handgrip Exercise dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Yendrial, Vania Aresti; Deski, Febby Irianti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1285

Abstract

Hipertensi merupakan permasalahan kesehatan yang memiliki tingkat bahaya yang signifikan pada skala global, karena hipertensi adalah salah satu faktor utama dalam timbulnya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Salah satu intervensi yang dapat menurunkan hipertensi adalah isometric handgrip exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isometric handgrip exercise dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 11 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data diolah menggunakan uji paired T-test, menunjukkan penurunan rata-rata nilai tekanan darah dari 144,2  mmHg (sistolik) dan 134,6 mmHg (diastolik) sebelum intervensi menjadi 92,2 mmHg (sistolik) dan 91,3 (diastolik) setelah intervensi dengan p-value=0,003 (sistolik) dan 0,005 (diastolik) (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi efektif dalam menurunkan tekanan darah , sehingga dapat direkomendasikan sebagai perawatan mandiri pada pasien hipertensi.
Therapeutic Exercise Walking dan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Sirkulasi Darah Perifer pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Deski, Febby Irianti; Yendrial, Vania Aresti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1202

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan gangguan metabolisme glukosa dan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk gangguan sirkulasi darah perifer. Salah satu intervensi yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah perifer adalah therapeutic exercise walking dan rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui therapeutic exercise walking dan rendam kaki air hangat terhadap sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 11 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data diolah menggunakan uji paired T-test, menunjukkan peningkatan rata-rata nilai Ankle Brachial Index (ABI) dari 0,67 sebelum intervensi menjadi 0,77 setelah intervensi dengan p-value=0,000 (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi efektif memperbaiki sirkulasi darah perifer, sehingga dapat direkomendasikan sebagai perawatan mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Upaya Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Melalui Edukasi Isometric Handgrip Exercise di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Yendrial, Vania Aresti; Deski, Febby Irianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3638

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang efektif adalah Isometric Handgrip Exercise, yaitu latihan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas XXX dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi mengenai pentingnya Isometric Handgrip Exercise sebagai strategi pengendalian tekanan darah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet kepada 30 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 85% peserta aktif mengikuti penyuluhan, antusias dalam diskusi, serta mampu menjelaskan kembali materi yang disampaikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga dalam mengelola hipertensi melalui pendekatan nonfarmakologis yang mudah, murah, dan efektif.