Salah satu penyakit pernapasan yang umum terjadi di Indonesia adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Istilah medis ini digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. ISPA adalah penyakit yang umum terjadi pada masyarakat. ISPA terbagi berdasarkan wilayahnya yaitu ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Infeksi bagian atas meliputi influenza, rhinitis, sinusitis, laryngitis, faringitis, epiglotitis, tonsillitis dan otitis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data demografi (usia pasien, jenis kelamin dan pekerjaan) pasien yang terdiagnosa ISPA pada saat polusi udara tinggi yang terjadi di Indonesia di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur dan mengevaluasi pengobatan yang diberikan pada pasien ISPA di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrosfektif pengambilan data dilakukan dengan teknik simple random sampling. Didapatkan data demografi subjek penelitian dengan jenis terbanyak adalah laki-laki 133 pasien (42,64%) dan perempun 187 pasien (57,36%). Sedanglan untuk kelompok umur yang paling tinggi mengalami ISPA adalah rentang usia 19-44 tahun yang termasuk dalam golongan dewasa sebanyak 138 (42,33%), Berdasarkan data pekerjaan yang terbayak adalah yang tidak bekerja dengan jumlah 157 (48,16%). Kemudian untuk komorbid adalah dengan penyakit diabetes melistus yaitu sebanyak 5 orang (71,32%) dari semua pasien yang memiliki komorbid. Dari data pengobatan yang paling banyak adalah yang tidak diberikan antibiotik sebanyak 179 (54,97%). Untuk terapi suportif yang paling banyak digunakan adalah deksamethason sebagai kortikosteroid sebanyak 198 (29,39%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengobatan ispa di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tidak memakai antibiotik sesuai dengan Depkes RI 2005 dan memakai terapi suportif paling banyak adalah deksametason.
Copyrights © 2024