Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik merupakan salah satu kunci utama keberhasilan guru dalam mengajar, meskipun dalam pelaksanaannya seringkali dihadapi dengan kendala, terutama dalam menjaga konsentrasi peserta didik agar tetap fokus memperhatikan materi, terutama dalam mata pelajaran matematika yang sering kali bersifat abstrak. Salah satu strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik adalah dengan menggunakan ice breaking dan metode permainan. Metode ini tidak hanya memecah kebekuan awal dalam kelas, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar. Penggunaan benda-benda konkret dalam metode permainan, seperti gelas dan mangkok plastik yang bertuliskan angka, membantu peserta didik untuk memahami konsep matematika secara lebih konkret dan nyata. Artikel ini bertujuan untuk menggali implementasi ice breaking dan metode permainan terhadap keaktifan peserta didik fase A dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian meliputi guru kelas dan peserta didik kelas 2 fase A. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan ice breaking dengan metode permainan efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam materi bilangan. Implementasi ini telah terbukti menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan suasana kelas yang interaktif dan dinamis. Pembelajaran yang mengimplementasikan ice breaking dan permainan tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, tetapi juga menjadikan proses pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik, memungkinkan mereka untuk aktif berpartisipasi dan memahami konsep-konsep matematika dengan lebih baik.
Copyrights © 2025