Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Scaffolding dalam konteks Zone of Proximal Development (ZPD) menurut teori Vygotsky, serta mengaplikasikannya dalam pembelajaran sejarah di kelas X DKV-2 di SMK Negeri 10 Malang. Metode kualitatif dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana ZPD dapat diterapkan dalam konteks nyata pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Penelitian dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran sejarah, fokus pada interaksi antara guru dan siswa dalam implementasi konsep Scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Scaffolding pada ZPD dapat dilaksanakan secara efektif. Guru berperan dalam memonitor dan memberikan bantuan secara bertahap kepada siswa sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, mulai dari bimbingan aktif hingga memfasilitasi siswa untuk aktif berdiskusi dan melakukan presentasi. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman siswa terhadap materi sejarah, tetapi juga mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Melalui Scaffolding, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri, sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif mereka. Implikasi dari penelitian ini mendukung pentingnya penerapan teori Vygotsky dalam konteks pendidikan praktis, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan bimbingan terarah untuk memajukan kemampuan siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman kita tentang bagaimana konsep Scaffolding dapat diterapkan dengan efektif dalam konteks ZPD di pendidikan sekolah menengah kejuruan, serta relevansinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada perkembangan siswa.
Copyrights © 2025