Mengeksplorasi persepsi guru terhadap pembelajaran pemecahan masalah serta mengetahui cara pandang guru terhadap keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika merupakan tujuan penelitian ini. Penelitian menggunakan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) dengan lokasi penelitian di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Gianyar tahun Pelajaran 2023/2024. Data kuantitiatif dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data persepsi guru terhadap pembelajaran pemecahan masalah, sedangkan data kualitatif dikumpulkan dengan metode wawancara untuk memperoleh keterangan lebih mendalam dari guru mengenai integrasi pemecahan masalah pada pembelajaan. Subyek penelitian dipilih dengan teknik purposive, yaitu guru matematika berpengalaman mengajar lebih dari dua tahun. Kuesioner, yang telah divalidasi oleh dua pakar, terdiri dari lima indikator yang mencakup aspek-aspek penting terkait pembelajaran pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengevaluasi hasil kuesioner dan wawancara untuk memperoleh informasi yang menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki pandangan positif terhadap pembelajaran pemecahan masalah dan kesesuaian kurikulum matematika, namun kemampuan pemecahan masalah matematika siswa cenderung menurun, sehingga guru perlu menerapkan pembelajaran pemecahan masalah secara kontinu dan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengajaran matematika yang lebih tepat guna dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Copyrights © 2024