Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keyakinan siswa terhadap kemampuan mereka sendiri. Dalam situasi seperti ini, siswa cenderung mencari cara cepat untuk mengurangi tekanan akademik, seperti menyontek. Perilaku menyontek dilakukan dengan melirik jawaban teman dan berbicara berbisik. Tujuan studi ini ialah menyimpulkan adakah hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku menyontek siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif yang berfokus pada analisis korelasional, dengan populasi 238 siswa. Penelitian ini menggunakan 127 sampel, dengan teknik sampling proportional random sampling. Hasil uji hipotesis memakai korelasi Product Moment ditemukan pada angka sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan perilaku menyontek siswa. Ditemukan bahwa angka koefisien korelasi (r) sebesar -0,613, yang menunjukkan taraf negatif. Itu berarti dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi maka lebih sedikit perilaku menyontek. Selanjutnya tingkat kontribusi kepercayaan diri dan perilaku menyontek sebesar 37,57%. Berlandaskan hasil penelitian ini, masukan yang bisa diberikan untuk merendahkan perilaku menyontek siswa adalah dengan cara pemberian layanan oleh konselor sekolah guna membangkitkan kepercayaan diri.
Copyrights © 2024