Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik peran ganda dan kompetensi terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variable mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada Setda Provinsi Papua yang berjenis kelamin wanita yang berjumlah 56 orang. Sedangkan untuk penentuan sampel dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sensus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dan menggunakan analisis data Partial Least Square (PLS). Namun sebelum analisis, terlebih dahulu dilakukan uji outer model melalui uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya melakukan uji Inner Model melalui uji R-Square (Coefficient of determination), dan F-Square (f2 effect size). Hasil penelitian menyatakan bahwa konflik peran ganda dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai, selanjutnya diketahui pula konflik peran ganda berpengaruh negative terhadap kinerja, sedangkan kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kemudian dari pengaruh tidak langsung diketahui bahwa motivasi kerja mampu memediasi konflik peran ganda dan kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Setda Provinsi Papua.
Copyrights © 2024