Konsep post tradisionalisme menggaungkan prinsip al muhafadhah ‘ala al qadim al shalih wa al akhdzu bi al jadid al ashlah (memelihara tradisi/sesuatu yang lama yang baik dan mengambil tradisi/sesuatu yang baru yang lebih baik). Sistem pendidikan yang demikian akan memunculkan term pembebasan dalam koridor ajaran Islam yang harus dipahami secara komprehensif, bukan dengan pemahaman parsial. Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pendidikan Islam dalam sudut pendang Gus Mus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Namun secara operasional, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematis kualitatif, yang merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian study tokoh. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan K.H. A. Mustofa Bisri dan karya tertulisnya, dalam bentuk buku, artikel dll. Pengumpulan data melalui metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data penelitian studi tokoh. Hasil penelittian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek yang perlu diperbaharuai dalam pendidikan Islam, dari yang semula tradisionalis menjadi post tradisionalis, diantarany yaitu tentang konsep pendidikan , tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, dan metode cerpen akhlaqi.
Copyrights © 2022