ASI esklusif diberikan enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa makanan tambahan kecuali obat atau vitamin. Esklusif breastfeeding self-efficacy dapat membantu ibu membangun motivasi diri dalam pemberian ASI esklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breastfeeding self-efficacy dengan berat badan bayi usia 0-6 bulan di Desa Kucur. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode sampel jenuh. Kriteria inklusi yaitu ibu yang menyusui ASI esklusif usia 0-6 bulan, sedangkan kriteria eksklusi yaitu ibu yang memberikan PMT dini. Data diambil menggunakan kuisioner BSES-SF yang terdiri dari 12 pertanyaan dan pengukuran berat badan bayi. Data dianalisis menggunakan uji Sommer’s D. Skor BSE dipengaruhi oleh faktor berat badan bayi usia 0-6 bulan dan hasil penelitian didapatkan skor BSE rendah sebanyak 11 (47,8%) namun berat badan terbanyak yaitu berat badan yang mengalami kenaikan sebanyak 11 (47,8%). Hal itu dipengaruhi faktor psikologis, faktor fisik ibu, makanan ibu, dan nutrisi bayi yang bisa didapatkan dari MPASI. Sebagian responden masih menganggap bahwa pemberian ASI esklusif saja tanpa makanan atau minuman pendamping lain masih menyebabkan bayi rewel dan nutrisi belum tercukupi sehingga ibu kurang percaya diri dalam menyusui bayinya. Terdapat hubungan breastfeeding self-efficacy dengan berat badan bayi usia 0-6 bulan dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), nilai (r) adalah 0,813 yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat.
Copyrights © 2024