Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (stunting). Pengetahuan ibu yang rendah dapat menyebabkan balita mengalami malnutrisi karena kurangnya wawasan tentang makanan bergizi tinggi. Pemerintah daerah kabupaten Seluma telah membentuk tim kovergensi lintas sektor penurunan angka stunting dengan pendekatan pendampingan masyarakat untuk terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui inovasi dan pemanfaatan pangan lokal. Dengan adanya upaya pemanfaatan pangan lokal, masyarakat desa khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah dapat meminimalisir alokasi pendapatan keluarga untuk membeli pangan. Pemanfaatan makanan lokal memberikan manfaat penting dalam pencegahan stunting dengan pemenuhan gizi pada anak. Intervensi penggunaan makanan lokal sebagai PMT memberikan hasil positif dalam pencegahan stunting pada anak. Hasil pengabdian masyarakat menujukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita melalui pemberian edukasi yang diukur dengan kuisioner pre dan post test. Selain itu, terwujudnya pemanfaatan pangan lokal yang dilakukan oleh ibu balita di desa Kungkai Baru untuk PMT balita
Copyrights © 2024