Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol 8 No 1 (2024)

PERBAIKAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DENGAN INTERVENSI TEKNOLOGI PAKAN DAN LIMBAH TERNAK DI KELOMPOK SILGA BERSATU KABUPATEN DHARMASRAYA

Ediset, Ediset (Unknown)
Martaguri, Imana (Unknown)
Anas, Amrizal (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2024

Abstract

Kelompok Silga Bersatu adalah kelompok usaha peternakan sapi potong yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Nagari Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, setiap tahun kelompok ini selalu dialokasikan dana oleh pemerintahan Nagari agar usahanya semakin berkembang. Kenyataannya usaha peternakan sapi potong yang dijalani oleh kelompok ini tidak mengalami perkembangan, baik dilihat dari jumlah populasi maupun dari kesejahteraan anggotanya. Permasalahan yang teridentifikasi adalah 1) anggota kelompok tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah pertanian menjadi pakan ternak sapi potong melalui intervensi teknologi, dan 2) belum memiliki keterampilan dalam mengolah limbah kotoran ternak menjadi Pupuk Kompos (PK). Metode alih teknologi yang diterapkan untuk merubah pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok sasaran adalah menggunakan pendekatan penyuluhan sosialisasi, demonstrasi dan pelatihan. Pendekatan sosialisasi dan demonstrasi untuk pembuatan pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP), serta pendekatan sosialisasi dan pelatihan untuk pembuatan Pupuk Kompos (PK). Hasil dari kegiatan adalah peternak yang tergabung dalam kelompok Silga Bersatu kenagarian Sialang Gaung sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP) bagi ternak sapi dan mampu mengolah limbah kotoran ternak sapi menjadi Pupuk Kompos (PK). Kata Kunci : Intervensi teknologi, Fermentasi batang pisang, Pupuk kompos dan Perbaikan usaha peternakan sapi potong ABSTRACT The Silga Bersatu group is a beef cattle farming business group owned by the Nagari Sialang Gaung Business Entity, Koto Baru District, Dharmasraya Regency, every year this group is always allocated funds by the Nagari government so that its business is growing. In fact, the beef cattle farming business undertaken by this group has not progressed, both in terms of population and the welfare of its members. The problems identified are 1) group members do not have the knowledge and skills in managing agricultural waste into beef cattle feed through technological intervention, and 2) do not have the skills in processing livestock manure waste into Compost Fertilizer (CF). The technology transfer method applied to change the knowledge and skills of target group members is using the socialization, demonstration and training extension approach. Socialization and demonstration approach for making Fermented Banana Stem (FBS) feed, as well as socialization and training approach for making Compost Fertilizer (CF). The result of the activity is that farmers who are members of the Silga Bersatu group in Sialang Gaung village already have knowledge and skills in processing agricultural waste into Fermented Banana Stem (FBS) feed for cattle and are able to process cow dung waste into Compost Fertilizer (CF). Keywords : Technological intervention, Fermented banana stem, Compost fertilizer and Improvement of beef cattle farming business

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

logista

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, ...