Latar belakang: Stunting merupakan kondisi dari malnutrisi yang berhubungan dengan kepadatan tulang, aktivitas fisik pada anak. Salah satu faktor untuk menjadikan perhatian pada anak yaitu aktivitas. Karena dengan aktivitas dengan melakukan gerakan tubuh serta kerja otot – otot tubuh merupakan kerja motoric kasar. Motorik kasar merupakan salah satu dari perkembangan anak. Tujuan: pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui aktivitas fisik pada balita stanting di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Metode: menggunakan yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang stunting dan pemberian kuesioner tentang aktivitas. Hasil: aktivitas balita dengan melakukan lompat tali diperoleh data tertinggi 42 % dengan tidak melakukan aktivitas lompat tali, dan melakukan aktivitas 1-2 kali sebesar 18 %. Aktivitas melakukan berlari dalam 7 kali atau lebih sebesar 47 % dan aktivitas bersepeda yang tidak bersepeda 23 %, melakukan bersepeda 7 kali atau lebih 23 %. Kesimpulan: Aktivitas balita di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar lebih banyak berlari dengan 47 % (8 balita) dan berlari dapat membantu memperbaiki kualitas otot untuk bergerak.
Copyrights © 2024