Kontekstual merupakan suatu konsep arsitektur yang mengacu pada sesuatu yang terikat dengan lingkungan sekitarnya. Arsitektur kontekstual menitikberatkan pada penyesuaian konstruksi atau desain suatu bangunan dengan bangunan disekitarnya melalui suatu proses yang dapat merevitalisasi bangunan lama dengan fungsi baru atau yang ada saat ini berdasarkan kondisi sekitar lokasi, sehingga konsep kontekstual terdiri dari tiga unsur yang saling berhubungan: aktivitas, lingkungan, dan visual. Kontekstual sangat bersinergi dengan suatu kawasan, salah satunya kawasan Pecinan Parakan, khususnya dalam hal bentuk bangunannya. Parakan sangat terkenal dengan komunitas Tionghoa dan juga komunitas Peranakan Tionghoa yang hingga saat ini masih menjaga nilai-nilai luhur Tiongkok dan bahasa Tionghoa. Metode pernelitin yang akan digunakan untuk mengkaji arsitektur kontekstual pada bentuk bangunan di kawasan Pecinan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara studi literatur. Untuk mengetahui serta memahami penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi bentuk bangunan di pecinan parakan, Temanggung, Jawa tengah. Selain itu ada juga temuan bahwa dari kawasan tersebut memiliki bentuk harmoni dan kontras di lihat dari sudut pandang atap bangunan dan pada elemen bukaan.
Copyrights © 2024