Salah satu aspek perancangan bangunan yang perlu dipertimbangkan adalah konsep konservasi energi pada sistem pencahayaan. Sistem pencahayaan alami yang optimal dapat memberikan kenyamanan visual dan mereduksi hingga 20% energi listrik akibat penggunaan cahaya buatan. Standar Intensitas Cahaya berdasarkan SNI 03-2396 2001 memiliki rentang antara 120-250 lux. Bukaan pada ruangan berpengaruh terhadap distribusi cahaya pada ruangan. Semakin besar dimensi bukaan maka distribusi cahaya semakin besar. Vila Wukirsawit terletak di Jatiyoso, Karanganyar dengan luas bangunan 253,8 m2 dan memiliki 8 ruang dengan bukaan yang variatif, pemilihan vila wukirsawit dikarenakan menurut penulis belum banyak penelitian pencahayaan alami pada dataran tinggi sehingga penelitian ini mampu memberikan inovasi baru untuk penelitian pencahayaan alami. Penelitian bertujuan untuk mengukur intensitas cahaya pada Vila Wukrisawit dan memberikan alternatif agar intensitas pencahayaan pada ruangan lebih optimal. Identifikasi dilakukan pada 8 titik ruang menggunakan Luxmeter yang berlangsung selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 8 ruang dengan intensitas cahaya melampaui standar yang disebabkan oleh dimensi bukaan yang terlalu besar dan beberapa ruang berhadapan langsung dengan arah lintasan matahari sehingga terdistribusi cahaya berlebih. Alternatif berupa pengurangan dimensi bukaan menunjukkan penurunan intensitas cahaya hingga 56% pada 3 ruang dan dilakukan relayout pada 4 ruang dengan intensitas cahaya berlebih. Agar terciptanya ruang dengan intensitas cahaya yang optimal, diperlukan alternatif lain berupa penambahan shading pada bagian atas bukaan hingga penggunaan material yang sesuai dengan kondisi pencahayaan ruangan.
Copyrights © 2024