Limbah laundry mengandung parameter pencemar yang tinggi, salah satunya adalah COD (Chemical Oxygen Demand). Kandungan pencemar tersebut berasal dari deterjen yang ditambahkan saat pencucian untuk menghilangkan noda pada pakaian. Pembuangan air limbah laundry secara langsung ke lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan air limbah industri laundry adalah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan salah satu metode pengolahan air limbah secara elektrokimia dengan melepaskan koagulan aktif dari elektroda. Proses pengolahan air limbah industri laundry menggunakan variasi waktu kontak 60; 90; dan 120 menit dengan variasi tegangan 10; 20; dan 30 volt. Pengolahan air limbah laundry menggunakan metode elektrokoagulasi terbukti mampu menurunkan kadar pencemar pada air limbah industri laundry. Variasi tegangan 30 volt dan waktu kontak 120 menit mampu menurunkan kadar COD hingga 72 mg/L dari kadar awal 864 mg/L dengan efisiensi penurunan mencapai angka 91,48%. Hasil analisis data menggunakan anova di dapatkan nilai p-value < 0,05 yang artinya variasi tegangan dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap penurunan COD pada air limbah industri laundry menggunakan metode elektrokoagulasi.
Copyrights © 2024