Kepemimpinan Kepala sekolah sudah dijalankan dengan mekanisme yang baik, dimana Kepala Sekolah sering melakukan kunjungan kelas untuk melihat partisipasi guru dalam pelaksanaan pendidikan. Namun penulis melihat partisipasi kerja guru masih belum optimal dalam proses pendidikan, ini ditandai dengan jalannya pelaksanaan persiapan kerja yang terkesan monoton dan kurang bergairah, Guru mengajar terlalu fokus pada pelaksanaan dan kurang memiliki perencanaan kerja yang menarik sehingga menimbulkan kejemuan pada siswa pada proses pendidikan. Selanjutnya terlihat sebagian guru tidak menyiapkan perangkat ajar yang baik seperti program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang selanjutnya tidak menyesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah. Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Partisipasi Kerja Guru telah dijalankan dengan mekanisme yang baik, dimulai dari Memimpin dengan demokratis, Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab, menjalankan kepemimpinan yang baik, Memberikan Pengarahan dalam pembelajaran virtual, Keterbukaan, transparansi pengelolaan dana BOS dan memberikan perhatian terhadap pendidikan dan kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan. Kendala yang dihadapi dalam Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Partisipasi Kerja Guru yaitu Pengelolaan Waktu Sistem Pembelajaran COVID-19, Kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran virtual dan kurangnya keterlibatan komite sekolah untuk berkolaborasi terhadap pendidikan. Solusi yang dilakukan Kepala Sekolah kendala meningkatkan Partisipasi Kerja Guru yaitu Upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan meningkatkan kerjasama pada komite sekolah terkait pendidikan anak.
Copyrights © 2021