Kematian dalam agama-agama samawi mempunyai peranan akidah yang sangat besar dalam memantapkan serta menumbuhkembangkan semangatpengabdian. Al-Qur’an sendiri berbicara tentang kematian dalam banyak ayat, para pakar memperkirakan tidak kurang dari tiga ratusan ayat yang berbicaratentang berbagai aspek kematian. Interpretasi dan Perilaku Keberagamaan Mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) di Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal terhadap Ayat-ayat Kematian menjadi menarik untuk dikaji lebih luas. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa Kematian merupakan suatu ketentuan dari Tuhan, tidak ada yang tahu kapan dan dimana kematian itu akan terjadi kecuali Allah SWT. (QS. Ali Imran [3]: 185). Manusia mengalami kematian sebanyak dua kali, kali, Pertama, sebelum ia dilahirkan, dimaknai sebagai ketiadaan hidup. Dan Kedua, setelah kehidupan di dunia dengan diangkatnya ruh dari jiwa seseorang. Mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir setelah memahami Ayat-ayat kematian, mereka lebih berorientasi pada persiapan menghadapi kematian dengan berusaha memperbaiki kualitas ibadah secara konsisten, sehingga secara umum mereka telah menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman, petunjuk atau solusi dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2022