Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan bangsa Indonesia. Dengan adanya dasar tersebut seorang guru harus menyadari, bahwa pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran tentang keterampilan berbahasa bukan pembelajaran tentang ketatabahasaan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan, dengan empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter disetiap aspek keterampilan tersebut. Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia akan memberikan andil kepada peserta didik dalam bertindak tutur yang memegang nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Salah satu upaya membangun karakter peserta didik adalah melalui pembelajaran sastra. Karya sastra memiliki nilai yang sangat strategis karena sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Melalui konflik dan tokoh-tokohnya, pembaca akan belajar tentang kehidupan dan belajar menyikapi setiap permasalahan dalam kehidupan. Selain itu, karya sastra dapat menumbuhkan imajinasi yang dapat menjadi instrumen hebat dalam menciptakan karakter pembacanya. Tujuan pembelajaran sastra adalah peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai karakter: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrastis, rasa ingin tahu, emangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial.
Copyrights © 2020