Istilah Muslim Papua merujuk pada orang asli Papua, anggota kelompok etnik Melanesia yang beragamaIslam. Sedangkan Muslim pendatang merujuk pada pendatang di Papua yang beragama Islam. Studiini memfokuskan pada bagaimana orang Muslim Papua mengonstruksikan identitasnya. Paper inibertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana orang Muslim Papua mengontestasikan identitasmereka dengan orang Muslim pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yangdidukung dengan wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan studi literatur. Penelitian lapangandilaksanakan di Jayapura, karena kota tersebut merupakan pusat kontestasi politik dan keagamaan diPapua. Untuk menganalisis temuan-temuan penelitian, studi ini menggunakan perspektif kekuasaansimbolik Bourdieu, yakni suatu bentuk kekuasaan yang tidak dapat dikenali dari sifat dasar kekerasaandan koersifnya. Temuan studi ini menunjukkan bahwa Muslim Papua sebagaiman direpresentasikanoleh Majelis Muslim Papua mengontestasikan identitas dengan organisasi-organisasi kemasyarakatanIslam yang didominasi pendatang, dengan mengonstruksi identitas politik ke-Papua-an. SebaliknyaOrmas-ormas Islam mengonstruksi identitas politik ke-Indonesia-an.
Copyrights © 2016