Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Stimulasi bermain berbasis kunjungan rumah yang secara intensif bisa mengurangi masalah perkembangan pada anak seperti masalah sosial, emosional, komunikasi, bahasa dan kognitif serta meningkatkan perilaku responsif dan kehangatan ibu terhadap anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stimulasi terapi bermain di rumah terhadap perkembangan anak balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Talang Rimbo Lama. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperiment with one-grup pretest-posttest design. Tehnik sampel menggunakan accidental sampling, dan sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t dependent. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan terapi bermain di rumah, perkembangan anak sebagian besar (66,2%) memiliki perkembangan sesuai dan setelah dilakukan intervensi bermain di rumah hampir seluruh (83,8%) anak memiliki perkembangan sesuai umur. Rata-rata skor perkembangan anak dari nilai awal 7,96 menjadi 9,42 setelah dilakukan terapi bermain dirumah dengan nilai p value 0,00. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan anak sebelum dan setelah dilakukan intervensi stimulasi bermain di rumah.
Copyrights © 2024