Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keberfungsian keluarga dalam meningkatkan efikasi diri anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang meliputi dimensi dukungan konkret, emosional, informatif, dan penghargaan sangat berpengaruh terhadap pengembangan efikasi diri anak binaan. Kurangnya intensitas komunikasi dan respon afektif dari keluarga menjadi faktor penghambat dalam proses pembinaan, yang berdampak pada rendahnya keyakinan diri anak dalam menghadapi tantangan di LPKA. Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung anak binaan untuk mengatasi kesulitan dan mempersiapkan diri untuk reintegrasi ke masyarakat. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum, guna menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Copyrights © 2024