Folklor dapat digolongkan pada tiga kelompok besar yakni (1) folklor lisan (verbal folklore), (2) folklor sebagian lisan, (Partly verbal folklore), dan (3) folklor bukan lisan (non verbal folklore). Penelitian ini fokus pada simbol dan makna folklor bukan lisan (kerajinan tangan) pada suku Moi Kelim. Suku Moi adalah salah satu suku di Papua Barat yang mendiami kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan, Terdapat beberapa subetnik, yaitu Moi Legin, Moi Abun, Moi Karon, Moi Klabra, Moi Moraid, Moi Segin, Moi kelim dan Moi Maya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk simbol dan makna simbol pada folklor suku Moi Kelim agar pembaca dapat mengetahui bentuk dan makna yang tersirat dalam setiap bentuk kerajinan tangan suku Moi Kelim. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskripstif kualitatif dengan pendekatan kajian semiotik. Teknik analis data terbagi menjadi tiga yaitu: reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan 7 bentuk dan makna simbol kerajinan tangan suku Moi Kelim yaitu; Simbol Kehidupan (Kilamain), Simbol Gunung (Malah), Simbol Petunjuk Jalan (Kama Bikh), Simbol Titik (Nolong), Simbol Tokok Sagu (Lemek/Nani), Simbol Silang (Nolong Fagu), Simbol Gata-Gata (Kasuguh) yang memiliki makna tidak terlepas dari kehidupan masyarakat suku Moi Kelim.
Copyrights © 2023