Eektifitas penggunaan metode demonstrasi pada manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah Bontomarannu Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Menganalisis efektivitas penggunaan metode demonstrasi,       menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode demonstrasi pada manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah Bontomarannu Kabupaten Gowa. Penelitian metode ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam terhadap suatu lembaga pendidikan tertentu yang diamati. Informan dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama islam dan siswa kelas XI (37 orang) di SMA Muhammadiyah Bontomarannu Kabupaten Gowa. Analisis data merupakan proses mencari dan mengatur secara sistematik hasil observasi, wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain yang telah dihimpun untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti.Adapun hasil penelitian bahwa penggunaan metode demonstrasi sangat efektif dan siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah Bontomarannu Kabupaten Gowa, untuk materi yang bersifat praktek atau peraga seperti wudhu, tayamum dan sholat jenazah. Manajemen membahas agar sesuatu dikerjakan dengan baik (bersama dengan atau oleh orang lain), dan penerapan manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menekankan indikator yang meliputi proses perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran (membuka, pelaksanaan dan menutup), penilaian hasil pembelajaran. Guru harus benar-benar memperhitungkan waktu atau memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu. Adapun, faktor pendukung dalam manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah karena sekolah ini berbasis persyarikatan Muhammadiyah sehingga semua aspek kehidupan sosial di sekolah senantiasa mengacu pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) sebagai panduan dalam kehidupan kader Muhammadiyah dalam semua dimensi sosialnya, sedangkan faktor penghambat yaitu dukungan pendidikan dari rumah tangga kurang mendukung program pembelajaran Pendidikan Agama di sekolah, orangtua kurang kontrol terhadap aktivitas ibadah anak-anaknya.
Copyrights © 2024