Latar Belakang: Amfetamin merupakan salah satu jenis psikotropika yang berefek diantaranya, mengurangi rasa lelah, nafsu makan menurun, dan susah tidur. Tubuh memerlukan nutrisi, istirahat yang cukup serta aktifitas yang sehat agar kondisinya tetap normal. Pola hidup buruk dan penggunaan NAPZA secara terus – menerus dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah. Tujuan : untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah pada pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang dan selesai menjalani rehabilitasi di BNN Kota Mataram. Metode : Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi oleh peneliti untuk mendata setiap pengguna positif NAPZA jenis amfetamin. Pengumpulan data dlakukan langsung dengan menghitung kadar glukosa darah terhadap responden menggunakan metode POCT. Hasil : Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diperoleh rata-rata kadar gula darah yang sedang rehabilitasi 78,85 mg/dl, dan selesai rehabilitasi 101,56 mg/dl. Pengolahan data menggunakan uji statistik wilcoxon sehingga didapatkan hasil sig 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan pada data. Kesimpulan: terdapat perbedaan antara kadar gula darah pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang dan selesai menjalani rehabilitasi. Kadar gula darah orang selesai rehabilitasi meningkat dari sebelum rehabilitasi. Untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor penyebab menurunnya kadar gula darah pada pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang rehabilitasi.
Copyrights © 2023