Masih banyak anak di Indonesia yang tidak bisa bersekolah. Tidak hanya anak reguler, AnakBerkebutuhan Khusus (ABK) termasuk di dalamnya karena masih kurangnya sekolah SLByang disediakan. Oleh karena itu Pemerintah berusaha agar ABK bisa bersekolah denganmengembangkan konsep sekolah inklusif. Namun dalam pelaksanaannya terdapat hambatanuntuk anak berkebutuhan khusus salah satunya tunanetra. Tunanetra adalah gangguanpenglihatan. Mereka mendapatkan media pembelajaran yaitu buku yang sama dengananak reguler, dimana tidak adak huruf brille yang memudahkan anak tunanetra dalammembaca. Mereka belajar harus menunggu pendamping untuk membacakan. Penelitianini menggunakan pendekatan pengembangan dan kuantitatif. Berdasarkan permasalahantersebut, penulis menawarkan sebuah solusi berupa RETEENA yaitu media pembelajaranbagi penyandang tunanetra berbasis Mobile Learning yang dapat diaplikasikan dalamhandphone. Media pembelajaran ini bertujuan untuk memudahkan penyandang tunanetradalam membaca dan belajar.Kata Kunci: Tunanetra, Sekolah Inklusif, Mobile learning, Aplikasi Reteena
Copyrights © 2019