Pendidikan karakter semakin menarik untuk diperbincangkan. Berbagai sektor mulai mencanangkan konsep tentang pendidikan karakter, termasuk juga dalam penyusunan kurikulum pendidikan nasional. Peran guru dalam menyukseskan tujuan kurikulum merupakan hal yang utama. Guru sebagai model yang akan memberikan gambaran bagaimana bentuk karakter yang baik. Memahami dan menerapkan prinsip kesantunan serta strategi kesantunan berbahasa dalam tindak komunikasi akan menghindari kesalahpahaman antarpeserta komunikasi serta dapat mewujudkan keharmonisan hidup bermasyarakat. Penggunaan bahasa yang santun dapat menghargai dan dihargai oleh orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan (1) bentuk kepatuhan maksim kesantunan berbahasa (2) alasan dan tujuan dari tuturan yang memuat bentuk kepatuhan, dan (3) peranan kesantunan berbahasa dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatankualitatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa dan guru. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik dokumentasi, teknik catat, teknik simak, teknik rekaman, dan teknik wawancara. Hasil penelitian menenjukkan bahwa terdapat bentuk kepatuhan maksim kesantunan berbahasa oleh guru serta hubungan dengan pembinaan karakter siswa. Penerapan kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech terdapat 6 bentuk maksim kesantunan berbahasa yang dapat dipakai sebagaisalah satu sarana pembinaan dan penentu tujuan dari pendidikan karakter.
Copyrights © 2023