Panggung
Vol 32 No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni

Drama Politik dalam Ingatan dan Visualisasi Seorang Pelukis Kajian Kritis Terhadap Trilogi Lukisan Karya Djokopekik

Suwarno Wisetrotomo (Unknown)
Pradani Ratna Pramastuti (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2022

Abstract

Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia 1965 merupakan tragedi politik sejarah gelap bangsa Indonesia, yang masih menyisakan pengalaman traumatis pada sebagian warga bangsa. Tak terkecuali, kalangan seniman, banyak yang terseret, karena keterlibatannya di sanggar seni atau Lembaga Kebudajaan Rakjat (LEKRA). Mereka yang terlibat diburu, ditangkap, dan dipenjara. Salah seorang di antaranya adalah Djokopekik, pernah aktif di Sanggar Bumi Tarung. Ia berupaya lari dari Yogyakarta ke Jakarta, dan akhirnya tertangkap, kemudian dipenjara di Benteng Vredeburgh dan Wirogunan. Djokopekik menuai sukses setelah karyanya dipamerkan pada Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS, 1990/1991). Tema karyanya sekitar persoalan kemanusiaan dan keadilan. Tiga karya (trilogi) memiliki narasi panjang terkait dirinya adalah Lintang Kemukus (2003), Sirkus September (2016), dan Indonesia Berburu Celeng (2009) yang menjadi fokus penelitian ini. Metode menggunakan pendekatan kajian budaya dan media, utamanya kajian kritis ekonomi politik, serta bersifat deskriptif. Karya-karya Djokopekik dapat dimaknai sebagai penyembuhan (healing) dari trauma kekerasan politik.Kata kunci: drama politik, penyembuhan trauma, pameran KIAS, kajian budaya, Orde Baru

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

panggung

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

Panggung is a peer-reviewed journal focuses art studies and their cultural contexts with various perspectives such as anthropology, sociology, education, religion, philosophy, technology, and others. Panggung invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies in ...