Area parkir pada Lembaga XYZ dapat menampung 300-600 kendaraan roda 2 per hari. Terkadang ada pemarkir kendaraan roda 2 kurang disiplin dalam penempatan kendaraan roda 2 sehingga membuat area parkir tidak nyaman. Penempatan kendaraan yang tidak beraturan menjadi penyebab area parkir terasa sempit. Ini menjadi tugas pokok petugas pengatur kendaraan untuk merapikan kendaraan roda 2 tersebut. Penelitian ini akan meneliti mengenai beban kerja fisik petugas pengatur kendaraan pada Lembaga XYZ. Penelitian pendahuluan dilakukan wawancara kepada petugas pengatur kendaraan roda 2 untuk mengetahui apa yang dialami. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui keluhan kesakitan yang dirasakan oleh petugas pengatur kendaraan roda 2. Kemudian dilakukan penelitian beban kerja fisik untuk menentukan seberapa besar % Cardiovascular Load (%CVL), dan kategori beban kerja. Hasil penelitian pada petugas pengatur kendaraan roda 2 diperoleh kesimpulan bahwa petugas pengatur kendaraan roda 2 dalam aktivitas pengaturannya yang melibatkan gerakan repetisi yaitu dalam penyusunan kendaraan, dan mengarahkan kendaraan ke tempat yang telah disusun maka aktivitas ini dapat menyebabkan kelelahan otot.. Denyut nadi maksimal petugas pengatur kendaraan roda 2 dari 175 denyut / menit sampai dengan 192 denyut / menit. % CVL pada rentang 45,87 sampai dengan 60,91%. Dari 10 orang petugas pengatur kendaraan roda 2, 9 orang diantaranya berada pada klasifikasi tingkat 2 (indeks 30% – 60%), yang menunjukkan terjadinya kelelahan pada operator tersebut, yang artinya perlu dilakukan perbaikan namun tidak mendesak. Persentase CVL tertinggi 60,91% terdapat pada operator 3 yang berumur 44 tahun, 60,91% artinya kerja dalam waktu singkat.
Copyrights © 2024