Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan berkaitan dengan minat beli ulang yaitu, dari beberapa pelanggan yang biasanya datang pada setiap bulannya, namun sudah mulai terlihat tidak lagi. Penelitian ini menguji pengaruh experiential marketing dan service quality terhadap permasalahan minat beli ulang (repurchase intention) tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh positif terhadap repurchase intention, sedangkan service quality tidak berpengaruh terhadap repurchase intention. Terjadinya pandemi covid-19 cukup menghambat pelanggan yang biasa berbelanja untuk melakukan atau berminat melakukan pembelian ulang.
Copyrights © 2022