Sunday school is a church activity to reach out and shape the character of every child to conform to the will of the Lord Jesus and teach the Bible to change their lives to become hopeful disciples of Jesus. The main hope is to obtain salvation. In the Old Testament, Genesis 1 and 2 prove that God guided and taught the first humans, Adam and Eve. Even though the first humans failed and did not submit to God's authority, God remained faithful to teach and educate. His teaching always aims to introduce God, His nature, and his work to humans, emphasizing that every teacher must return to Bible teaching. The Apostle Paul mentions in his life as a teacher; a teacher can bring about changes in others: those who previously did not believe became believers; also, changes in knowledge: those who previously did not understand the truth change to understand the truth. Based on the research results, observations, and interviews with Sunday school teachers, the authors found that the pedagogical competence of Sunday school teachers in shaping the character of Sunday school children was different than expected. AbstrakSekolah Minggu merupakan kegiatan gereja untuk menjangkau dan membentuk karakter setiap anak agar sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus serta mengajarkan Alkitab untuk mengubah kehidupan mereka menjadi murid Yesus yang penuh pengharapan. Harapan utama adalah memperoleh keselamatan. Di dalam Alkitab Perjanjian Lama, Kejadian 1 dan 2 memberi bukti bahwa Allah membimbing dan mengajar manusia pertama Adam dan Hawa. Walaupun manusia pertama mengalami kegagalan dan tidak tunduk pada otoritas Allah, tetapi Allah tetap setia untuk menjadi pengajar dan mendidik. Pengajaran-Nya selalu bertujuan untuk memperkenalkan Allah, sifat dan Karya-Nya kepada manusia dan menegaskan bahwa setiap pengajaran guru harus kembali kepada pengajaran Alkitab. Rasul Paulus menyebutkan, dalam kehidupannya sebagai pengajar, seorang guru sanggup mewujudkan perubahan atas diri orang lain : yang tadinya tidak percaya menjadi percaya; juga perubahan pada pengetahuan: yang tadinya tidak memahami kebenaran berubah menjadi memahami kebenaran. Berdasarkan hasil penelitian, observasi dan wawancara kepada guru-guru Sekolah Minggu penulis menemukan bahwa kompetensi pedagogik guru Sekolah Minggu dalam membentuk karakter anak Sekolah Minggu belum sesuai seperti yang diharapkan.
Copyrights © 2023