cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Pendidikan Kristiani Intergenerasional sebagai Upaya Mewariskan Iman pada Generasi Selanjutnya Nugraeni, Giarti
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.188

Abstract

The life of faith is acquired through inheritance from previous generations to later generations. The inheritance of faith will be realized in the relationship between generations. Given that each generation has its characteristics, intergenerational relationships will be connected (inter) between generations. This research confirms that intergenerational Christian education is an important tool for the inheritance of faith in the next generation. In this research, the author uses habitus theory by using the literature study method. The result is understanding intergenerational Christian education as a vital means to pass on faith to the next generation. Based on this study, intergenerational faith education is recommended as a contextualized model of Christian education. AbstrakKehidupan beriman didapat melalui pewarisan dari generasi terdahulu terhadap generasi kemudian. Pewarisan iman akan terwujud di dalam relasi antar generasi. Mengingat setiap generasi memiliki karakteristiknya masing-masing, relasi antar generasi akan terhubung di dengan saling (inter) antar generasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kristiani intergenerasional merupakan sebuah sarana yang penting bagi pewarisan iman pada generasi selanjutnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori habitus dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil yang dicapai adalah pemahaman tentang pendidikan kristiani intergenerasional merupakan sarana yang kuat untuk mewariskan iman pada generasi selanjutnya. Berangkat dari kajian itu, pendidikan iman intergenerasional direkomendasikan untuk menjadi model pendidikan kristiani yang kontekstual. 
Penanaman Nilai dan Norma Kristiani melalui Keteladalan Guru terhadap Anak Didik Ezra Yani Sibuea; Teguh Parluhutan Saragih; Paulus Karaeng Lembongan
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.142

Abstract

Education should be able to create a positive change for the nation. In Christian religious education, the intended change should be a change from bad values to the values of Christ in students. Teachers of Christian Religious Education as figures who play an important role in education are expected to be able to be role models in providing and instilling Christian values in students. This study aims to describe the cultivation of Christian values and norms of teachers for students as role models. The data collection was carried out by conducting a study of library sources related to the discussion in this paper. The results of this study indicate that the example of a Christian Religious Education teacher affects the values that will be adopted by students.  AbstrakPendidikan seharusnya dapat menciptakan sebuah perubahan yang positif bagi bangsa. Dalam pendidikan agama Kristen, perubahan yang dituju seharusnya perubahan dari nilai-nilai yang tidak baik kepada nilai-nilai Kristus dalam diri anak didik. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai sosok yang berperan penting dalam kependidikan diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai Kristen kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penanaman nilai dan norma Kristiani guru bagi anak didik sebagai keteladan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan kajian terhadap sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan pembahasan dalam tulisan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keteladan seorang guru Pendidikan Agama Kristen berpengaruh kepada nilai-nilai yang akan dianut oleh peserta didik. 
Peran Pendidik Kristen terhadap Dampak New Morality dari Era Digital Wandri Lumbantoruan
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.78

Abstract

One of the important indicators that Christian educators must do is to build the character of students well. The negative impact that has emerged in this digital era demands that Christian educators have a more real and significant role, not just teaching in the classroom. This article aims to show the role of Christian educators in building the character of students in the digital era that has an impact on this New Morality. This article uses a qualitative research method by examining the role of Christian religious teachers in building student character in a digital era that is threatened with moral decline. The results of the study confirmed that Christian educators played a role in building students' self-concepts in accordance with Bible truth values so that students could distinguish between good and bad.AbstrakSalah satu indikator penting yang harus dilakukan oleh pendidik Kristen adalah membangun karakter siswa dengan baik. Dampak negatif yang muncul di era digital ini menuntut pendidik Kristen memiliki peran yang lebih nyata dan signifikan, bukan sekadar mengajar dalam kelas saja. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan peran pendidik Kristen dalam membangun karakter Siswa di era digital yang memiliki dampak pada New Morality ini. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan kajian terhadap peran guru Agama Kristen dalam membangun karakter siswa di era digital yang terancam kemerostan moral. Hasil kajian menegaskan bahwa pendidik Krisren berperan untuk membangun konsep diri siswa sesuai dengan nilai-nilai kebenaran Alkitab, agar siswa dapat membedakan mana yang baik dan buruk.
Pendidikan Kristiani dalam Membentuk Kesadaran Politik: Upaya Mendorong Partisipasi Politik dalam Prinsip Etis Teologis Meilianti, Saur
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.92

Abstract

The research in this article explores the critical role of Christian education in shaping political awareness that rests on theological ethical principles. The main focus is on the church's efforts to encourage responsible political participation based on moral and Biblical values. The principle of Christianity becomes the foundation that encourages individuals and communities in Christianity to be actively involved in supporting the running of elections. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the importance of Christianity understanding Political Theoretical Studies in a Theological Context because Christian education influences individual and communal political perceptions and attitudes and plays a vital role in providing a deep understanding and understanding of civic responsibility based on Christian values where Christian education and citizenship as political participants must be sustainable. Furthermore, the contribution of the Church and the Ethical Implications of Christian Education in Politics will, in turn, bring about positive changes in the broader society by Christian moral principles.AbstrakPenelitian dalam artikel ini mengeksplorasi peran penting pendidikan Kristen dalam membentuk kesadaran politik yang bertumpu pada prinsip etis teologis. Fokus utamanya adalah pada upaya gereja dalam mendorong partisipasi politik yang bertanggung jawab dan berdasarkan nilai-nilai moral dan nilai Alkitabiah. Prinsip Kekristenan menjadi landasan yang mendorong individu maupun komunal dalam kekristenan untuk terlibat secara aktif mendukung berjalannya pemilihan umum. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya kekristenan mengerti Kajian Teoritik Politik dalam Konteks Teologis, sebab pendidikan Kristen memengaruhi persepsi dan sikap politik individu, maupun komunal serta memainkan peran penting dalam memberikan pemahaman dan pengertian yang mendalam tentang tanggung jawab kewarganegaraan yang berbasis pada nilai-nilai kekristenan. Di mana pendidikan Kristen dan kewarganegaraan sebagai partisipan politik harus berkelanjutan. Selanjutnya kontribusi Gereja dan Implikasi Etis Pendidikan Kristen dalam Politik yang sampai pada gilirannya akan membawa perubahan positif dalam masyarakat yang lebih luas sesuai dengan prinsip-prinsip moral Kristen. 
Pengembangan Soft Skills Guru Pendidikan Agama Kristen Melalui Pembacaan Reflektif 2 Timotius 4:5 di Era Disrupsi Sirait, Jannes Eduard
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.194

Abstract

The era of disruption caused the methods and approaches to teaching Christian Religious Education students to be different. Students need Special soft skills to accept God's Word's message. However, some soft skills teachers possess contradict the truth of God's Word. Therefore, it is necessary to revitalize the soft skills of Christian Religious Education teachers that are relevant to students' thinking in the era of disruption but still based on the Word of God. This study aims to explain the soft skills of Christian religion teachers in carrying out their vocation as educators. The main reason is that changing times require educators to have good soft skills. However, the problem is that Christian religion teachers still need to understand these skills based on the message of 2 Timothy 4:5. This study uses a descriptive qualitative method with a hermeneutic approach. The study results show that 2 Timothy 4:5 clearly explains soft skills and is very relevant for teachers in education. Christian religious teachers must use these soft skills to adapt to changing times. Soft skills improvement, which includes interpersonal and intrapersonal skills, must be continuously developed. AbstrakEra disrupsi menyebabkan metode dan pendekatan mengajar siswa Pendidikan Agama Kristen menjadi berbeda. Dibutuhkan soft skill khusus agar pesan Firman Tuhan dapat diterima oleh siswa. Namun, terdapat soft skill yang dimiliki guru justru bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi soft skill guru Pendidikan Agama Kristen yang relevan dengan corak berpikir siswa di era disrupsi, namun tetap berlandaskan Firman Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan soft skills guru agama Kristen dalam menunaikan tugas panggilannya sebagai pendidik. Alasan utamanya karena perubahan zaman membutuhkan pendidik yang memiliki soft skills yang baik dalam pelayanan. Namun, permasalahannya bahwa guru agama Kristen belum memiliki pengertian yang benar tentang kecakapan tersebut berdasarkan pesan 2 Timotius 4:5. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 Timotius 4:5 menjelaskan dengan terang benderang mengenai soft skills dan sangat relevan digunakan guru dalam pendidikan. Guru agama Kristen harus memperlengkapi diri dengan soft skills tersebut sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Peningkatan soft skills yang mencakup kecakapan interpersonal dan intrapersonal harus terus dikembangkan secara berkesinambungan.  
Penguatan Resiliensi Remaja Bermasalah melalui Pengembangan Materi Modul Bimbingan dan Konseling Jungjungan Simorangkir; Bernad Lubis; Marina Letara Nababan; May Rauli Simamora; Winarti Agustina
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.56

Abstract

The purpose of this study is to develop guidance and counseling module material to strengthen the resilience of problem adolescents. The study was conducted at High Schools (SMA) throughout Tarutung District. The research method used is the ADDIE Research and Development model. Preliminary observations show that adolescents in Tarutung sub-district still have low resilience levels. There are 19 teenagers who are confused about whether they like challenges and only 3 teenagers who don't like challenges. This is intended to measure a person's strength when experiencing life's challenges with all his difficulties. In fact, there are 2 teenagers who answered that they would not rise again after being confronted with illness, injury, or other misfortunes. Some teenagers also do not have a good relationship with their families. But all teenagers have the belief that God is able to help them in dealing with existing problems. This module material contains religious values and pays attention to the task of adolescent development. The results of the module validation conducted by 10 material experts concluded that the module is very feasible to be applied by adolescents. Abstrak Tujuan penelitian ini mengembangkan materi modul bimbingan dan konseling untuk memberi penguatan resiliensi pada remaja bermasalah. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kecamatan Tarutung. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development model ADDIE. Observasi awal menunjukkan bahwa remaja di Kecamatan Tarutung masih memiliki tingkat resiliensi rendah. Terdapat 19 remaja kebingungan apakah menyukai tantangan dan hanya 3 remaja yang tidak menyukai tantangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur kekuatan seseorang ketika mengalami tantangan-tantangan hidup dengan segala kesulitannya. Bahkan terdapat 2 remaja yang menjawab tidak akan bangkit kembali setelah diperhadapkan dengan sakit penyakit, cidera atau kemalangan-kemalangan lainnya. Beberapa remaja juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya. Namun seluruh remaja memilliki keyakinan bahwa Tuhanlah yang dapat menolong mereka dalam menghadapi permasalahan yang ada. Materi modul ini mengandung nilai-nilai religius dan memperhatikan tugas perkembangan remaja. Hasil validasi modul yang dilakukan oleh 10 ahli materi menyimpulkan bahwa modul sangat layak untuk diterapkan oleh remaja.
Modernisasi Profesionalisme Guru Agama Kristen di Era Revolusi Sistem Informasi dan Teknologi Komunikasi Sirait, Jannes Eduard
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.278

Abstract

This study aims to find a strategy for modernizing the expertise of Christian faith teachers in the era of the information and communication technology system revolution and applying a qualitative approach based on literature analysis from relevant journals, books, magazines, and the internet. The study focuses on integrating technology in Christian religious education, which includes modernizing or improving teachers' technical skills, adapting the curriculum, and implementing innovative teaching methods. The study's results indicate that modernizing professionalism can be achieved through continuous training, self-study, and working together or collaborating with colleagues and other communities. However, this development process faces various challenges, both from within and outside. Therefore, support is needed from educational institutions, the government, and related communities. Thus, several things need to be done, including improving technological skills, updating the curriculum and teaching materials, innovative pedagogical approaches, continuing education and professional development, implementing ethical guidelines, needing synergy or collaboration and community support, and conducting periodic monitoring and evaluation. The researcher recommends conducting further studies, namely exploring modernization strategies from different perspectives.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi modernisasi keahlian pengajar iman Kristen di masa revolusi sisten informasi dan teknologi komunikasi. Mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan dasar analisis pustaka dari jurnal, buku, majalah dan internet yang relevan. Fokus penelitian adalah pada integrasi teknologi dalam pendidikan agama Kristen, yang mencakup modernisasi atau peningkatan keterampilan teknis guru, adaptasi kurikulum dan penerapan metode pengajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi profesionalisme dapat ditempuh melalui pelatihan berkelanjutan, belajar sendiri dan bekerjasama atau berkolaborasi dengan sejawat dan komunitas lainnya. Namun, proses pengembangan ini dihadapkan pada beragam tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Maka, diperlukan dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah dan komunitas terkait. Maka, terdapat sejumlah hal yang perlu dilakukan, antara lain: peningkatan keterampilan teknologi, pembaharuan kurikulum dan materi ajar, pendekatan pedagogis yang inovatif, pendidikan berkelanjutan dan pengembangan profesional, penerapan pedoman etis, perlu sinergi atau kolaborasi dan dukungan komunitas, melakukan pemantauan dan evaluasi berkala. Peneliti merekomendasikan untuk melakukan studi lanjutan, yaitu mengeksplorasi strategi modernisasi dari perspektif yang berbeda. 
Kajian Filosofis Pendidikan Agama Kristen dalam Kehidupan Orang Percaya di Era Posmodern Marbun, Lidia; Saragih, Jan Romi Perdana
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.149

Abstract

AbstractChristian religious education cannot be separated from philosophy, because after all the Bible, especially the New Testament, is influenced by philosophy. One of the great foundations of Christian religious education is the philosophical foundation. But there are significant differences between secular philosophy and Christian philosophy, namely regarding the philosophical basis to the practical. So, in understanding the principles and practice of Christian religious education, it is necessary to have a solid foundation in eroding secular philosophies that greatly affect the church and students so that it does not achieve the goals of Christian religious education being held because the philosophy that enters Christian religious education emphasizes the autonomy of the ratio compared to authority. Allah is the causality of everything. Philosophy is very systematic and critical in drawing conclusions, not infrequently eventually this rationality makes the Bible lose its place as the main source in explaining metaphysics, epistemology, and axiology which is replaced with logical thinking which often even contradicts the Scriptures. By using qualitative methods, the author examines the philosophical meaning of Christian Religious Education.  AbstrakPendidikan Agama Kristen tidak dapat dipisahkan dari filsafat, karena bagaimanapun Alkitab khususnya Perjanjian Baru dipengaruhi oleh filsafat. Salah satu landasan besar mengenai pendidikan agama Kristen adalah landasan filosofis. Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara filsosofi sekuler dan filosofi Kristen, yaitu mengenai dasar filosofis hingga praktisnya. Maka dalam memahami prinsip dan praktis pendidikan agama Kristen, perlu fondasi yang kokoh dalam mengikis filosofi sekuler yang sangat mempengaruhi gereja dan peserta didik sehingga tidak mencapai tujuan dari pendidikan agama Kristen tersebut diselenggarakan, dikarenakan filsafat yang masuk kedalam pendidikan agama Kristen begitu menekanankan otonomi rasio dibandingkan otoritas Allah sebagai kausalitas segala sesuatunya. Filsafat sangat sistematis dan kritis dalam mengambil kesimpulan, tidak jarang akhirnya rasionalitas tersebut membuat Alkitab kehilangan tempat sebagai sumber utama dalam menjelaskan metafisika, epistemologi, maupun aksiologi yang digantikan dengan pemikiran logika yang bahkan kerapkali menentang Kitab Suci Alkitab. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis mengkaji pemaknaan filosofis Pendidikan Agama Kristen. 
Integritas Kristen dalam Profesi Pendidikan: Upaya Guru meningkatkan pentingnya Spiritulitas bagi Nara didik Pasaribu, Jonias
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.200

Abstract

This article discusses the importance of Christian integrity in the education profession, especially in the context of increasing spirituality for students. Professional teachers should strengthen students' spirituality and integrate Christian values into daily learning. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, it can be concluded that Christian integrity is the foundation of character building in the education profession, where teachers' effort is to pay special attention to the importance of spirituality for students. Integrity is a foundation in education, and the role of spirituality in the formation of character and ethics of students must be a reference to continue to be taught. So that teachers have a strategy to increase student spirituality. Christian integrity is introduced as a moral foundation for teachers' actions and teaching. Emphasis is placed on how spirituality can shape students' character and ethics, as well as strategies teachers can use to enhance students' spirituality, including prayer, Bible reading, and other spiritual activities. With a Christian values-centered approach, teachers can be essential in guiding students toward solid spiritual growth and strengthening their integrity in daily life. Keywords:   AbstrakArtikel ini membahas pentingnya peran integritas kristiani dalam profesi pendidikan, khususnya dalam konteks peningkatan spiritualitas bagi naradidik. Guru yang berprofesi harussnya mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat spiritualitas siswa dan mengintegrasikan nilai-nilai kristiani dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur,maka dapat disimpulkan bahwa integritas kristiani merupakan landasan pembentukan karakter dalam profesi pendidikan, di mana hal ini merupakan upaya guru untuk memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya spiritualitas bagi peserta didik. integritas sebagai landasan dalam pendidikan, maka peran spiritualitas dalam pembentukan karakter dan etika peserta didik harus menjadi acuan untuk terus diajarkan. sehingga guru mempunyai strategi untuk meningkatkan spiritualitas siswa. Konsep integritas kristiani diperkenalkan sebagai landasan moral dalam tindakan dan pengajaran guru. Penekanannya ditempatkan pada bagaimana spiritualitas dapat membentuk karakter dan etika siswa, serta strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan spiritualitas siswa, termasuk doa, membaca Alkitab, dan kegiatan spiritual lainnya. Dengan pendekatan yang berpusat pada nilai-nilai kristiani, guru dapat memainkan peran penting dalam membimbing siswa menuju pertumbuhan rohani yang kokoh dan memperkuat integritas mereka dalam kehidupan sehari-hari.   
Kolaborasi Sistem Among dengan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Oktavianti, Nelci; Sutrisno, Sutrisno; Putrawan, Bobby Kurnia
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.147

Abstract

Education in Indonesia now requires competent teachers with the competencies they have. The competencies referred to here are paedagogic, personality, social, professional, and spiritual competencies. The five competencies must be carried out in an integrated manner by the PAK teacher. While the among system can encourage educators to be role models, motivators, and encouragement for students. In the among system, in which there is a philosophy, Ing Ngarsa Sun example, the Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. Collaborate the competence of PAK teachers with the system. This study was conducted using qualitative methods, through this study we can find out the collaboration between the system with the competence of teacher PAK. So by collaborating the competence of PAK teachers with the among System, teachers are expected to be role models, motivators, facilitators, and responsible for creating generations of believers, free-born, independent, disciplined, intelligent, skilled, and responsible for themselves, their families, and communities. AbstrakPendidikan di Indonesia sekarang sangat memerlukan guru-guru yang kompeten dengan kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi yang dimaksud disini adalah kompetensi paedagogik, kepribadian, social, professional dan spiritual. Kelima kompetensi harus dilakukan secara integrasi oleh guru PAK. Sedangkan sistem among dapat mendorong pendidik menjadi teladan, motivator dan pendorong bagi peserta didik. Dalam sistem among, yang di dalam terdapat falsafah, Ing Ngarsa Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Mengkolaborasikan kompetensi guru PAK dengan sistem among. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui penelitian ini kita dapat mengetahui kolaborasi sistem Among dengan kompetensi guru PAK. Sehingga dengan mengkolaborasikan kompetensi guru PAK dengan sistem among, guru diharapkan mampu menjadi panutan, motivator, fasilitator, dan bertanggung jawab dalam menciptakan generasi-generasi yang beriman, merdeka lahir batin, mandiri, displin, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab atas dirinya, keluarga, dan masyarakat.