The demographic bonus is an opportunity or chance lived by every country that occurs only once. This study aims to determine how the strategy of Christian religious education faces the demographic bonus phenomenon. The problems found here are the rapidly increasing unemployment rate, the absence of a balance of human resource qualifications, and the low quality of human resources. The research method used in this research is a descriptive qualitative approach with library study research methods such as books, national journals indexed by Sinta, international journals, and websites. This research results in how Christian religious education prepares quality Christian young generation resources through Christian religious education in the family as a foundation for character, emotional intelligence, creativity, and basic skills for children. Christian religious education can strengthen children's early education both formally and informally to create superior human beings so they can compete in the labor market in the demographic era. AbstrakBonus demografi merupakan suatu peluang atau kesempatan yang dijalani oleh setiap negara yang terjadi hanya satu kali. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana stretegi pendidikan agama Kristen dalam menghadapi fenomena bonus demografi. Masalah yang ditemukan disini adalah meningkatnya angka pengangguran yang semakin pesat, tidak adanya keseimbangan kualifikasi sumber daya manusia, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kepustakaaan seperti, buku-buku, jurnal nasional terindeks sinta, jurnal internasional dan website. Hasil penelitian ini adalah bagaimana pendidikan agama Kristen mempersiapkan sumber daya generasi muda Kristen yang berkualitas, melalui pendidikan agama Kristen dalam keluarga sebagai suatu landasan karakter, kecerdasan emosional, kreativitas serta keterampilan dasar bagi anak. Melalui pendidikan agama Kristen dapat memperkokoh pendidikan anak sejak dini baik secra formal dan informal agar dapat menciptakan manusia yang unggul, sehingga mampu bersaing dalam pasar kerja di era demografi.
Copyrights © 2024